Berita

Puncak Peringatan 100 Tahun Balai Besar Keramik: Satu Abad Bersinergi Membangun Negeri

Balai Besar Keramik
27 Jan 2022 16:57:42

Penulis : Administrator

Sumber : PRFMNEWS

PRFMNEWS - Acara Puncak Peringatan 100 tahun Balai Besar Keramik yang sekarang telah bertranformasi menjadi Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Keramik dan Mineral Nonlogam dengan tema acara “Satu Abad Bersinergi Membangun Negeri” digelar di BBSPJIKMNL pada Kamis, 20 Oktober 2022.

Acara diawali dengan kegiatan temu usaha industri dengan partisipasi 200 industri keramik dan mineral non logam offline dan diikuti hampir 1000 peserta online, pameran industri, webinar dan penyusunan skema sertifikasi tableware, sanitary untuk lembaga sertifikasi personil pada hari ke-2 yang dihadiri oleh 26 industri.

Kementerian Perindustrian berkomitmen untuk terus mendukung pembangunan struktur industri nasional yang mandiri dan berdaulat; industri yang maju dan berdaya saing di tingkat global; industri yang berkeadilan dan inklusif; serta industri berbasis inovasi dan teknologi. Hal ini sejalan dengan upaya mewujudkan Indonesia menjadi negara industri yang tangguh.

Upaya memajukan industri keramik nasional terus dilakukan oleh pemerintah dengan mengupayakan strategi khusus diantaranya pemberlakuan SNI wajib bagi produk-produk keramik, kaca dan bahan galian nonlogam lainnya.

”Strategi dalam pemulihan industri keramik nasional perlu diimbangi dengan peningkatan keterampilan dan keahlian tenaga kerja melalui adopsi teknologi mutakhir dengan memanfaatkan penerapan teknologi industri 4.0 yang dapat menciptakan produk ber SNI, berkualitas kelas dunia, proses produksi yang efektif, efisien, ramah lingkungan, serta diiringi dengan peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri khususnya dalam Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah,” kata Menteri Perindustrian RI Agus Gumiwang pada peresmian pembukaan acara tersebut.

Tahun ini menjadi momentum kebangkitan sektor Industri pengolahan nonmigas, termasuk industri keramik. Hal ini tercermin dari kinerja positif industri keramik sebagai subsektor dari industri bahan galian nonlogam, yang tumbuh 1,35% dengan kontribusi 0,47% (y-o-y) pada triwulan I tahun 2022 (diolah dari data BPS) .

Capaian ini menempatkan industri bahan galian nonlogam sebagai peringkat kedua dalam kontribusi perkembangan investasi di sektor industri kimia, farmasi dan tekstil (IKFT) sebesar 2,69%.

Insentif Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) bagi industri sebesar USD 6 per MMBTU melalui Keputusan Menteri ESDM Nomor 89K/10/MEM Tahun 2020, yang selanjutnya diperbarui dengan Keputusan Menteri ESDM Nomor 134.K/HK.02/MEM.M Tahun 2021 terbukti meningkatkan efisiensi biaya operasional, sehingga capaian utilitas kinerja industri ubin keramik tahun 2021 mencapai 72%, atau tertinggi dalam lima tahun terakhir.

Strategi pemulihan yang tepat tentunya berdampak pada perbaikan berkesinambungan sehingga kinerja ekspor industri keramik nasional pada kuartal I tahun 2022, menurut data yang diolah dari BPS, mampu tumbuh positif sebesar 12% dengan total volume 3,9 juta meter persegi yang didukung oleh peningkatan penjualan ke negara Filipina, Malaysia, dan Thailand.

Pencapaian positif kinerja ekspor juga diikuti dengan penurunan volume impor sebesar 21% (year on year) dari 18,5 juta meter persegi menjadi 14,4 juta meter persegi, yang berdampak pada kenaikan utilitas pada kuartal I-2022 berada di level 83%.

Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia Januari–April 2022 mencapai US$93,47 miliar atau naik 38,68 persen dibanding periode yang sama tahun 2021. Sementara ekspor nonmigas mencapai US$88,73 miliar atau naik 39,12 persen.

Prestasi kinerja industri keramik nasional ini tentunya didukung dengan keberadaan Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Keramik dan Mineral Nonlogam yang menyelenggarakan layanan jasa seperti pengujian, sertifikasi, standardisasi, bimbingan teknis dan jasa teknis lainnya, yang dapat memastikan kualitas produk keramik secara akurat dan terpercaya.

Dari awal pendiriannya pada tahun 1922 pada masa Pemerintahan Kolonial Belanda, dengan nama "Het Keramische Laboratorium", Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Keramik dan Mineral Nonlogam terus berupaya memberikan kontribusi terbaik bagi industri keramik nasional.

Dalam perjalanan pengabdiannya, Balai Besar ini juga melayani jasa standardisasi hingga sertifikasi, pendampingan pengembangan usaha industri meliputi industri kaca (baik untuk bangunan, automotif, hingga alat kesehatan), industri refraktori, serta mineral nonlogam lainnya.

Momentum 100 tahun ini hendaknya menjadi tonggak bagi BBSPJI Keramik dan Mineral Nonlogam dalam memberikan pelayanan prima serta bersinergi memajukan industri keramik dan turunannya, sehingga industri keramik nasional dapat berjaya di negeri sendiri, berdaya saing di pasar global dan menciptakan inovasi yang berkelanjutan.

Pada acara tersebut hadir juga Kepala Badan Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri (BSKJI) Kemenperin Doddy Rahadi yang menyatakan pihaknya akan meluncurkan serangkaian kebijakan yang meliputi optimalisasi pemanfaatan teknologi Industri untuk keperluan banyak hal.

”Akan terus berfokus pada upaya menunjang daya saing industri melalui infrastruktur standardisasi industri serta pemanfaatan sumber daya industri melalui pemanfaatan teknologi industri, dengan meluncurkan serangkaian kebijakan yang meliputi optimalisasi pemanfaatan teknologi Industri berorientasi substitusi impor, penumbuhan circular economy dan peningkatan daya saing melalui penguatan standardisasi industri dan implementasi industri 4.0,” katanya.

Industri keramik nasional terus berkembang selama lebih dari 30 tahun dan merupakan salah satu industri yang didukung oleh ketersediaan bahan baku yang melimpah. Prospek industri keramik nasional dalam jangka panjang cukup baik seiring dengan pertumbuhan pasar dalam negeri yang terus meningkat karena didukung oleh pertumbuhan pembangunan seperti properti dan perumahan.

Industri keramik yang terdiri dari ubin, saniter, tableware, kaca, refraktori serta produk mineral nonlogam lainnya telah memberikan kontribusi yang cukup signifikan dalam mendukung pembangunan nasioanal melalui penyediaan kebutuhan domestik, perolehan devisa dan penyerapan tenaga kerja.

Dalam rangka mendukung peningkatan daya saing industri, Balai Besar Keramik dan Mineral Nonlogam hadir sebagai penyedia layanan jasa sertifikasi, pengujian, kalibrasi, pelatihan, konsultansi dan optimalisasi teknologi industri.

BBSPJIKMN serta Balai-balai di lingkungan Kementerian Perindustrian juga hadir sebagai problem solver, serta senantiasa melakukan pendampingan bagi pelaku industri nasional. Tugas dan fungsi Balai Besar Keramik dan Mineral Nonlogam ini sesugguhnya telah melekat sejak satu abad yang lalu di bawah "Het Keramische Laboratorium".

Disampaikan juga pada acara webinar Temu Usaha Industri ini beberapa kebijakan industri keramik dan mineral non logam diantaranya kebijakan TKDN; Sertifikasi Industri Hijau; Pemeriksaan Produk Halal dan Implementasi Industri 4.0 oleh para pejabat eselon 2 Kementerian Perindustrian.

Penandatanganan MOU antara BBSPJIKMNL dengan PT. Chandra Asih; ULBI (Poltekpos); Disperindag Propinsi Sumatera Utara dan Universitas Jenderal Ahmad Yani. Kemudian pemberian penghargaan kepada pelanggan loyal BBSPJIKMNL dan penyerahan SPPT-SNI Via Ampul kepada PT. Schoot Igar Glass dan peluncuran perangko 100th BBSPJIKMNL.