Berita

Kemenperin bidik peran industri keramik dalam pembangunan IKN

Industri Keramik
27 Oct 2022 08:42:36

Penulis : Administrator

(30/05/2023) Sumber : Antara

Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) membidik peran industri keramik dan mineral non-logam dalam pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) agar bisa diisi oleh produk-produk nang memenuhi mutu standard.

“Peluang ini untuk mengisi produk-produk industri nang telah tersertifikasi memenuhi mutu Standard Nasional Indonesia (SNI),” kata Sekretaris Badan Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri (BSKJI) Kemenperin E. Ratna Utarianingrum dalam keterangan di Jakarta, Selasa.

Ratna menyampaikan perihal tersebut dalam Temu Usaha Industri 2023 nang diselenggarakan Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Keramik dan Mineral Nonlogam (BBSPJIKMN) di Bogor, Selasa.

Kegiatan rutin tahunan ini bertujuan  memberikan ruang, waktu, wawasan dan info kepada pelaku industri dan publik mengenai perkembangan izin pemerintah nang berasosiasi dengan bumi usaha.

“Selain memperkenalkan model dan sistem info jasa publik BBSPJIKMN, aktivitas jumpa industri juga dimanfaatkan untuk lebih menggiatkan terhadap penggunaan produk dalam negeri,” tutur Ratna.

Kepala BBSPIJKM Azhar Fitri mengatakan bahwa upaya untuk memajukan industri keramik nasional perlu terus dilakukan oleh pemerintah dengan mengupayakan strategi khusus, di antaranya melalui pemberlakuan SNI wajib bagi produk-produk keramik, kaca dan bahan galian nonlogam lainnya, sertifikasi TKDN, serta pengembangan SDM industri.

”Bagi industri keramik nasional, selain meningkatkan utilisasi, juga diperlukan upaya dalam penemuan pada produknya nang sesuai dengan kebutuhan dan daya beli konsumen di dalam dan luar negeri, sehingga penjualan bakal lebih meningkat,” paparnya.

Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (Asaki) Edy Suyanto menyatakan para pelaku industri keramik telah menerapkan program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) dengan melakukan sertifikasi TKDN pada produknya.

“Terkait strategi nang dilakukan untuk meningkatkan utilisasi disampaikan bahwa dalam peta jalan industri keramik nasional, produksi keramik di tahun 2023 nang semula 551 juta meter persegi bakal ditingkatkan menjadi 625 juta meter persegi,” sebutnya.

Bahkan, jumlah produksi tersebut ditingkatkan lagi menjadi 810 juta meter persegi untuk memenuhi sasaran nomor per kapita penggunaan keramik di negara-negara Asia Tenggara nang sebesar 3 meter persegi.

“Apabila sasaran tersebut terpenuhi bakal menjadikan Indonesia sebagai produsen ke-4 terbesar keramik di bumi dan terbaik di Asia. Adapun tingkat utilisasi saat ini adalah 78 persen dan bakal ditingkatkan menjadi 82 persen pada tahun 2024,” kata Edy.