Industri Keramik

Berita
Kemenperin Dorong Industri Keramik Terapkan SNI

(30/05/2023) Sumber : Tubasmedia.com

BOGOR – Kementerian Perindustrian berkomitmen untuk terus mendukung penguatan pembangunan struktur industri nasional yang mandiri dan berdaulat, berdaya saing global, serta berbasis inovasi dan teknologi. Hal ini sejalan dengan upaya mewujudkan Indonesia menjadi negara industri yang tangguh.

“Untuk itu, kami fokus pada upaya menunjang daya saing industri melalui infrastruktur standardisasi industri serta pemanfaatan sumber daya industri melalui pemanfaatan teknologi modern,” kata Sekretaris Badan Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri (BSKJI) Kemenperin, E Ratna Utarianingrum dalam sambutannya mewakili Kepala BSKJI Kemenperin pada acara Temu Usaha Industri 2023 yang diselenggarakan Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Keramik dan Mineral Nonlogam (BBSPJIKMN) di Bogor, Selasa (30/5).

Ratna mengemukakan bahwa pemerintah telah meluncurkan serangkaian kebijakan yang strategis meliputi optimalisasi pemanfaatan teknologi industri berorientasi substitusi impor, penumbuhan circular economy, serta peningkatan daya saing industri melalui penguatan standardisasi dan penerapan teknologi industri 4.0.

“Kami juga berperan dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang kompeten dan berkualitas. Salah satu langkahnya adalah dengan menyediakan Lembaga Sertifikasi Profesi yang tersebar di masing-masing satuan kerja di bawah naungan BSKJI,” ungkapnya.

Oleh karena itu, BSKJI Kemenperin mendukung dan mengapresiasi atas terlaksananya Temu Usaha Industri 2023 yang digelar oleh BBSPJIKMN di Bogor. Kegiatan rutin tahunan ini bertujuan untuk memberikan ruang, waktu, wawasan dan informasi kepada pelaku industri dan publik terkait perkembangan regulasi pemerintah yang berhubungan dengan dunia usaha.

“Selain memperkenalkan model dan sistem informasi layanan publik BBSPJIKMN, kegiatan temu industri juga dimanfaatkan untuk lebih menggiatkan terhadap penggunaan produk dalam negeri,” tutur Ratna.

Pada kesempatan temu industri ini, salah satu pembahasannya adalah peran industri keramik dan mineral nonlogam dalam pembangun Ibu Kota Nusantara (IKN).

“Tentunya peluang ini untuk mengisi produk-produk industri yang telah tersertifikasi memenuhi mutu Standar Nasional Indonesia (SNI),” imbuhnya. 

Selengkapnya
Incar 4 Besar Dunia, Industri Keramik Nasional Kejar Produksi 810 Juta M2

(30/05/2023) Sumber : Emitennews.com

Ketua Umum Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (Asaki) Edy Suyanto menyatakan, para pelaku industri keramik telah menerapkan program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) dengan melakukan sertifikasi TKDN pada produknya.


“Terkait strategi yang dilakukan untuk meningkatkan utilisasi disampaikan bahwa dalam road map industri keramik nasional, produksi keramik di tahun 2023 yang semula 551 juta m2 akan ditingkatkan menjadi 625 juta m2,” kata Edy pada acara Temu Usaha Industri 2023 di Bogor, Selasa (30/5).


Bahkan, jumlah produksi tersebut ditingkatkan lagi menjadi 810 juta m2 untuk memenuhi target angka per kapita penggunaan keramik di negara-negara Asia Tenggara yang sebesar 3 m2.


“Apabila target tersebut terpenuhi akan menjadikan Indonesia sebagai produsen ke-4 terbesar keramik di dunia dan terbaik di Asia. Adapun tingkat utilisasi saat ini adalah 78% dan akan ditingkatkan menjadi 82% pada tahun 2024,” tandasnya.


Hal senada disampaikan oleh Kepala Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Keramik dan Mineral Nonlogam (BBSPJIKMN) Azhar Fitri. Bahwa upaya untuk memajukan industri keramik nasional perlu terus dilakukan oleh pemerintah dengan mengupayakan strategi khusus. Di antaranya melalui pemberlakuan SNI wajib bagi produk-produk keramik, kaca dan bahan galian nonlogam lainnya, sertifikasi TKDN, serta pengembangan SDM industri.


”Bagi industri keramik nasional, selain meningkatkan utilisasi, juga diperlukan upaya dalam inovasi pada produknya yang sesuai dengan kebutuhan dan daya beli konsumen di dalam dan luar negeri, sehingga penjualan akan lebih meningkat,” paparnya.


Dalam acara Temu Usaha Industri BBSPJIKMN di Bogor, juga dilakukan penandatanganan MoU antara BBSPJIKMN dengan sejumlah pelaku industri, antara lain PT. Cipta Mortar Utama dan PT Lucky Indah Keramik. Selain itu ada pemberian penghargaan kategori pelanggan loyal, yang diserahkan kepada PT. Yaska dan PT. Bamas Fesldparindo.

Selengkapnya
Begini Cara Kemenperin Dorong Industri Keramik Terapkan SNI

(30/05/2023) Sumber : VOI

JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melalui Badan Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri (BSKJI) telah menyelenggarakan acara Temu Usaha Industri 2023 di Bogor, pada Selasa, 30 Mei.

Adapun acara tersebut telah diselenggarakan oleh Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Keramik dan Mineral Non-logam (BBSPJIKMN).

Hal ini dilakukan untuk terus mendukung penguatan pembangunan struktur industri nasional yang mandiri dan berdaulat, berdaya saing global, serta berbasis inovasi dan teknologi, yang mana sejalan dengan upaya mewujudkan Indonesia menjadi negara industri yang tangguh.

"Kegiatan rutin tahunan ini bertujuan untuk memberikan ruang, waktu, wawasan dan informasi kepada pelaku industri dan publik terkait perkembangan regulasi pemerintah yang berhubungan dengan dunia usaha," kata Sekretaris Badan Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri (BSKJI) Kemenperin E. Ratna Utarianingrum dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 31 Mei.

Ratna mengatakan, selain memperkenalkan model dan sistem informasi layanan publik (BBSPJIKMN), kegiatan temu industri juga dimanfaatkan untuk lebih menggiatkan penggunaan produk dalam negeri.

"Untuk itu, kami fokus pada upaya menunjang daya saing industri melalui infrastruktur standardisasi industri, serta pemanfaatan sumber daya industri melalui pemanfaatan teknologi modern," ujarnya.

Dalam kesempatan temu industri itu, salah satu pembahasannya mengenai peran industri keramik dan mineral non-logam dalam pembangun Ibu Kota Nusantara (IKN).

"Tentunya peluang ini untuk mengisi produk-produk industri yang telah tersertifikasi memenuhi mutu Standar Nasional Indonesia (SNI)," ucap Ratna.

Senada dengan Ratna, Kepala BBSPIJKM Azhar Fitri mengatakan, upaya memajukan industri keramik nasional perlu terus dilakukan oleh pemerintah dengan mengupayakan strategi khusus, yakni melalui pemberlakuan SNI wajib bagi produk-produk keramik, kaca dan bahan galian non-logam lainnya, sertifikasi TKDN, serta pengembangan SDM industri.

"Bagi industri keramik nasional, selain meningkatkan utilisasi, juga diperlukan upaya dalam inovasi pada produknya yang sesuai dengan kebutuhan dan daya beli konsumen di dalam dan luar negeri, sehingga penjualan akan lebih meningkat," imbuhnya.

Dalam acara Temu Usaha Industri BBSPJIKMN di Bogor, juga dilakukan penandatanganan MoU antara BBSPJIKMN dengan sejumlah pelaku industri, di antaranya PT Cipta Mortar Utama dan PT Lucky Indah Keramik.


Selengkapnya
Kemenperin Dukung Upaya Penguatan Struktur Industri Nasional

(30/05/2023) Sumber : NARATIMES.COM

Dalam rangka mewujudkan Indonesia sebagai negara industri yang tangguh, Kementerian Perindustrian berkomitmen untuk mendukung penguatan pembangunan struktur industri nasional yang mandiri dan berdaulat, berdaya saing global, serta berbasis inovasi dan teknologi.

“Untuk itu, kami fokus pada upaya menunjang daya saing industri melalui infrastruktur standardisasi industri serta pemanfaatan sumber daya industri melalui pemanfaatan teknologi modern,” kata Sekretaris Badan Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri (BSKJI) Kemenperin, E. Ratna Utarianingrum.

Pernyataan itu disampaikan Ratna Utarianingrum ketika mewakili Kepala BSKJI Kemenperin pada acara Temu Usaha Industri 2023 yang diselenggarakan oleh Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Keramik dan Mineral Nonlogam (BBSPJIKMN) di Bogor, pada Selasa, 30 Mei 2023.

Menurut Ratna Utarianingrum, pemerintah telah meluncurkan serangkaian kebijakan yang strategis meliputi optimalisasi pemanfaatan teknologi industri berorientasi substitusi impor, penumbuhan circular economy, serta peningkatan daya saing industri melalui penguatan standardisasi dan penerapan teknologi industri 4.0.

“Kami juga berperan dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang kompeten dan berkualitas. Salah satu langkahnya adalah dengan menyediakan Lembaga Sertifikasi Profesi yang tersebar di masing-masing satuan kerja di bawah naungan BSKJI,” tutur Ratna Utarianingrum.

Menurut Ratna Utarianingrum, kegiatan rutin tahunan ini bertujuan untuk memberikan ruang, waktu, wawasan dan informasi kepada pelaku industri dan publik terkait perkembangan regulasi pemerintah yang berhubungan dengan dunia usaha.

“Selain memperkenalkan model dan sistem informasi layanan publik BBSPJIKMN, kegiatan temu industri juga dimanfaatkan untuk lebih menggiatkan terhadap penggunaan produk dalam negeri,” kata Ratna Utarianingrum.

Pada kesempatan temu industri ini, salah satu pembahasannya adalah peran industri keramik dan mineral nonlogam dalam pembangun Ibu Kota Nusantara (IKN). Ratna Utarianingrum menyebutkan bahwa hal ini merupakan peluang bagi produk-produk industri yang telah tersertifikasi dan memenuhi mutu Standar Nasional Indonesia (SNI).

Sementara itu Kepala BBSPIJKM Azhar Fitri mengatakan bahwa pemerintah perlu untuk terus melakukan upaya memajukan industri keramik nasional dengan mengupayakan strategi khusus. Di antaranya melalui pemberlakuan SNI wajib bagi produk-produk keramik, kaca dan bahan galian nonlogam lainnya, sertifikasi TKDN, serta pengembangan SDM industri.

”Bagi industri keramik nasional, selain meningkatkan utilisasi, juga diperlukan upaya dalam inovasi pada produknya yang sesuai dengan kebutuhan dan daya beli konsumen di dalam dan luar negeri, sehingga penjualan akan lebih meningkat,” kata Azhar Fitri.

Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (Asaki) Edy Suyanto menyatakan, program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) telah memacu para pelaku industri keramik untuk melakukan sertifikasi TKDN pada produknya.

“Terkait strategi yang dilakukan untuk meningkatkan utilisasi disampaikan bahwa dalam road map industri keramik nasional, produksi keramik di 2023 yang semula 551 juta meter persegi akan ditingkatkan menjadi 625 juta meter persegi,” kata Edy Suyanto.

Jumlah produksi tersebut kemudian ditingkatkan lagi menjadi 810 juta meter persegi untuk memenuhi target angka per kapita penggunaan keramik di negara-negara Asia Tenggara yang sebesar 3 meter persegi.

“Apabila target tersebut terpenuhi akan menjadikan Indonesia sebagai produsen ke-4 terbesar keramik di dunia dan terbaik di Asia. Adapun tingkat utilisasi saat ini adalah 78 persen dan akan ditingkatkan menjadi 82 persen pada 2024,” tutur Edi Suyanto.

Dalam acara Temu Usaha Industri BBSPJIKMN di Bogor, juga dilakukan penandatanganan MoU antara BBSPJIKMN dengan sejumlah pelaku industri, antara lain PT. Cipta Mortar Utama dan PT. Lucky Indah Keramik. Selain itu ada pemberian penghargaan kategori pelanggan loyal, yang diserahkan kepada PT. Yaska dan PT. Bamas Fesldparindo.

Selengkapnya
Industri Keramik Diajak Bidik Peluang IKN

(30/05/2023) Sumber : Pro Kaltim

JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) membidik peran sektor keramik dan mineral non-logam dalam pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). ”Peluang itu untuk produk-produk industri yang telah tersertifikasi memenuhi mutu Standard Nasional Indonesia (SNI),” ujar Sekretaris Badan Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri (BSKJI) Kemenperin E. Ratna Utarianingrum, (31/5).

Ratna mengatakan, upaya memajukan industri keramik nasional terus dilakukan oleh pemerintah dengan strategi khusus. Diantaranya, pemberlakuan SNI wajib bagi produk-produk keramik, kaca dan bahan galian nonlogam lainnya, sertifikasi TKDN, serta pengembangan SDM.

”Selain meningkatkan utilisasi, juga diperlukan inovasi pada produknya yang sesuai dengan kebutuhan dan daya beli konsumen di dalam dan luar negeri, sehingga penjualan akan lebih meningkat,” ujarnya.

Ketua Umum Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (Asaki) Edy Suyanto menyebutkan, para pelaku industri keramik telah menerapkan program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) dengan melakukan sertifikasi TKDN.

“Dalam peta jalan industri keramik nasional, produksi keramik pada 2023 yang semula 551 juta meter persegi akan ditingkatkan menjadi 625 juta meter persegi,” tuturnya.

Bahkan, jumlah produksi tersebut ditingkatkan lagi menjadi 810 juta meter persegi untuk memenuhi target angka per kapita penggunaan keramik di negara-negara Asia Tenggara yang sebesar 3 meter persegi.

“Apabila target tersebut terpenuhi akan menjadikan Indonesia sebagai produsen ke-4 terbesar keramik di dunia dan terbaik di Asia. Adapun tingkat utilisasi saat ini adalah 78 persen dan akan ditingkatkan menjadi 82 persen pada tahun 2024,” urai Edy.

Edy menambahkan bahwa informasi dari PUPR, pembangunan IKN akan ada 5 tahap dan selesai di 2045. Dalam rentang waktu cukup lama, kebutuhannya sangat besar. Edy mendorong anggota Asaki untuk hadir di Kalimantan Timur.

”Saat ini feasibility study apa memungkinkan bangun pabrik baru di sekitar IKN. Mayoritas anggota ada di Jatim, sedangkan Surabaya ke Kaltim tidak terlalu jauh. Namun, bagi pabrik yang tadinya ada di Sumut, Jabar, demi efisiensi ongkos angkut, mereka bisa hadir langsung di IKN,” bebernya.

Selengkapnya
Mengintip Fasilitas Produksi Pabrik yang bakal Pasok Toilet ke IKN

Sumber : detik.com

Jakarta - Pemerintah melalui Kementerian PUPR mengajak para produsen sanitair untuk memasok produknya yang memiliki TKDN tinggi untuk memenuhi kebutuhan sanitair di IKN.

Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) selain membutuhkan bahan material bangunan yang cukup banyak juga membutuhkan sarana sanitair yang baik dan berkualitas.

Salah satu kebutuhan untuk pembangunan infrastruktur di IKN adalah sanitair serta kelengkapan toilet.

Kementerian PUPR tidak hanya membutuhkan sarana sanitair untuk program perumahan saja tapijuga dalam program pembangunan infrastruktur lainnya.

Untuk program perumahan, dukungan sanitair dibutuhkan untuk program pembangunan rumah susun, rumah khusus, rumah swadaya dan rumah bersubsidi untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR)


Beberapa program perumahan yang membutuhkan sarana sanitair antara lain pembangunan 4.000 unit rumah susun, 145.000 rumah swadaya atau bedah rumah, rumah khusus untuk masyarakat terdampak bencana dan rumah bersubsidi pemerintah.

Kebutuhan toilet di sektor perumahan baik program regular maupun pembangunan hunian yang masif di IKN seperti rumah jabatan Menteri dan 47 tower Rusun untuk ASN sangat banyak dan sangatlah penting karena dibutuhkan oleh penghuni rumah.

Banyak perlengkapan yang dibutuhkan terkait jenis – jenis sanitair antara lain closet, bak mandi, wastafel, shower, urinoir, kran air dan lainnya,

Pemerintah melalui Kementerian PUPR juga mendorong penggunaan Produk Dalam Negeri serta  keterlibatan produsen sanitair dari dalam negeri seperti PT. Surya Toto Indonesia, Tbk sebagai produsen TOTO  untuk ikut dalam mensukseskan pembangunan IKN.

Selengkapnya
Sebuah Transformasi, Dulu Importir Sekarang Menjadi Produsen Ubin Keramik


Penulis: Humas BBSPJIKMN

Administrator: Prakom BBSPJIKMN

Tanggal: Maret 2024

 

PT Surya Bangunan Semesta adalah perusahaan importir ubin keramik yang didirikan pada tahun 2013. Perusahaan ini melakukan importasi ubin keramik dari negara China dan India untuk dijual di pasar Indonesia. Namun saat ini perusahaan tersebut telah melakukan sebuah perubahan. PT Surya Bangunan Semesta kini telah bertransformasi menjadi produsen ubin keramik di Indonesia dengan nama PT Rumah Keramik Indonesia.

PT Rumah Keramik Indonesia terletak di Kabupaten Batang, Provinsi Jawa Tengah, tepatnya di Kawasan Industri Terpadu Batang (KIT Batang). PT Rumah Keramik Indonesia menginvestasikan dana sebesar Rp 1,5 triliun dalam pembangunan pabriknya. Di area seluas 14 hektare ini, PT Rumah Keramik Indonesia berencana mencapai kapasitas produksi sebesar 21,6 juta meter persegi per tahun dalam progres target produksi 5 tahun ke depan. Kegiatan pemasarannya juga berfokus pada pemasaran lokal dan di tahun ketiga berencana akan mulai menjajal pasar ekspor.

          PT Rumah Keramik Indonesia berharap dengan adanya pembangunan pabrik ubin keramik ini, perusahaan dapat menyerap sekitar 1000 orang tenaga kerja lokal yang akan bersama-sama memajukan perusahaan tersebut. Hal ini sejalan dengan tujuan pemerintah agar terjadi hilirisasi industri, yang menciptakan lapangan kerja dan mampu memberikan nilai tambah ekonomi terutama bagi masyarakat dan usaha-usaha di sekitarnya.

Mesin Produksi Ubin di PT Rumah Keramik Indonesia

Pembangunan pabrik PT Rumah Keramik Indonesia telah selesai di tahun 2023. Pabrik ini megaplikasikan latest energy saving technology, Green Industry, dan emission reduction technology. Ini sebagai bukti nyata dalam meningkatkan kekuatan industri dalam negeri dan memajukan perekonomian bangsa. Adapun jenis yang diproduksi PT Rumah Keramik Indonesia ini berjenis B.I.a, salah satu jenis ubin keramik yang di-press kering dan kadar penyerapan air nya maksimal 0,5 persen.

Pabrik yang memulai pembangunannya di KIT Batang ini, telah melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) pada hari Selasa, tanggal 7 Juni 2022 oleh Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia. Groundbreaking ini merupakan yang pertama untuk industri keramik, dan juga perdana dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).

Bahlil juga mengapresiasi setinggi-tingginya atas berbagai upaya yang telah di lakukan oleh PT Rumah Keramik Indonesia. Ia juga menambahkan bahwa pemerintah tidak akan tinggal diam dan akan selalu berupaya mendukung berbagai kegiatan industri di Indonesia sehingga roda perekonomian pasca wabah covid-19 bisa berjalan normal dan semakin baik.

Hal ini dilakukan dengan tujuan pemerintah untuk mendukung program substitusi impor sebesar 35 persen dan menyelesaikan persoalan impor dengan mengoptimalkan pasar dalam negeri dengan produk-produk industri dalam negeri. Tentu saja  yang selaras dengan program pemerintah yakni Program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN).

Kolaborasi dan sinergitas antara pemerintah dan pihak swasta ini memang sangat penting. Hal itu dikatakan Bahlil bahwa pemerintah memberikan insentif, perizinan yang mudah, impor barang modal (tidak terkena bea cukai) dan Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) yang terjangkau sehingga produk yang dihasilkan menjadi lebih baik dan kompetitif. Sementara itu, Bahlil juga menyatakan pihaknya akan mengawal PT Rumah Keramik Indonesia bisa mendapatkan kesempatan untuk memanfaatkan kebijakan HGBT dengan masuknya pipa gas sepanjang 60–70 km ke KIT Batang. 

Direktur PT Rumah Keramik Indonesia, Surya Handoko mengatakan optimismenya bahwa produknya siap bersaing dengan produk luar negeri karena produknya sama dengan yang diimpor selama ini. Hal yang dipelajari selama menjadi importir menjadi dasar penerapan kualitas serta keinginan untuk memberi nilai tambah bagi Negara.

           Pada tanggal 26 Februari 2024, Ketua Tim Sertifikasi BBSPJIKMN, Heru Munadhir bersama dengan tim kemitraan telah melakukan kunjungan ke PT Rumah Keramik Indonesia untuk melakukan penjajakan kerja sama untuk proses pengajuan Sertifikat Produk Penggunaan Tanda Standar Nasional Indonesia (SPPT SNI) dan layanan jasa sertifikasi Sistem Manajemen Mutu SNI ISO 9001:2015. Proses produksi di PT Rumah Keramik Indonesia itu sendiri sudah dimulai sejak 1 Maret 2024.


Direktur PT Rumah Keramik Indonesia, Surya Handoko bersama Tim dari BBSPJIKMN




Selengkapnya
Superior Porcelain Sukses (SPS) Bangun Pabrik Granit di Subang

Sumber : kontan.co.id

JAKARTA. PT Superior Porcelain Sukses (SPS) membangun pabrik produksi Granit di Kabupaten Subang, Jawa Barat, dengan kapasitas 14 juta meter persegi per tahun.

Pabrik yang berlokasi di Kadawung, Paburan, Subang itu memiliki luas bangunan 81.000 meter persegi. Pabrik ini dibangun di atas tanah 22 hekatare dan ditargetkan   bakal beroperasi pada semester II-2024.


Granite tile yang diproduksi Superior Porcelain Sukses merupakan produk kedua SPS Corporate di bidang building material. Sebelumnya SPS Corporated telah menjalankan industri bata ringan. 


“Granit yang diproduksi perusahaan berjenis homogeneous tiles dan porcelain tiles. Masing-masing kapasitas produksinya 7 juta meter persegi per tahunnya,” ujar Hendra Widodo, Direktur Produksi PT Superior Porcelain Sukses dalam keterangan resmi, Sabtu (22/7). 

Dengan demikian, perusahaan ini akan memiliki total produksi produk dalam setahun mencapai 14 juta meter persegi. 

Lebih lanjut, Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (Asaki) menyambut baik pembangunan pabrik granit PT SPS.

Ketua Bidang Keramik dan Ubin Asaki, Andrea Petrina menambahkan pembangunan pabrik granit PT SPS itu bisa membawa multiplier effect terhadap perekonomian Indonesia.

“Investasi ini juga bagian dari komitmen industri keramik nasional terhadap dukungan pemerintah yang telah memberikan harga gas khusus,” sebut dia. 


Di samping itu, Andrea melihat kehadiran pabrik granit SPS di Subang sekaligus akan menjawab tantangan gempuran produk impor, terutama dari Tiongkok.

Sejak beberapa tahun terakhir, dengan tingginya angka kebutuhan granit, barang-barang Tiongkok memang membanjiri pasar lokal. Meskipun pemerintah tengah menerapkan safeguard sejak 2018.

Data Asaki menunjukkan, kapasitas produksi keramik nasional mencapai 550 juta meter persegi per tahun. Dari jumlah itu, 140-150 juta meter persegi merupakan keramik jenis B1A atau granit. Namun faktanya hanya bisa berjalan sekitar 50%.

“Gempuran produk impor dari Tiongkok juga diindikasikan karena terjadi unfair trade. Seperti salah satunya tax subsidi 14%, praktik indikasi dumping, serta pengurangan ketebalan keramik,” tutupnya. 

Selengkapnya
Superior Porcelain Sukses (SPS) Bangun Pabrik Granit di Subang

Sumber : kontan.co.id

JAKARTA. PT Superior Porcelain Sukses (SPS) membangun pabrik produksi Granit di Kabupaten Subang, Jawa Barat, dengan kapasitas 14 juta meter persegi per tahun.

Pabrik yang berlokasi di Kadawung, Paburan, Subang itu memiliki luas bangunan 81.000 meter persegi. Pabrik ini dibangun di atas tanah 22 hekatare dan ditargetkan   bakal beroperasi pada semester II-2024. 

Granite tile yang diproduksi Superior Porcelain Sukses merupakan produk kedua SPS Corporate di bidang building material. Sebelumnya SPS Corporated telah menjalankan industri bata ringan.

“Granit yang diproduksi perusahaan berjenis homogeneous tiles dan porcelain tiles. Masing-masing kapasitas produksinya 7 juta meter persegi per tahunnya,” ujar Hendra Widodo, Direktur Produksi PT Superior Porcelain Sukses dalam keterangan resmi, Sabtu (22/7). 

Dengan demikian, perusahaan ini akan memiliki total produksi produk dalam setahun mencapai 14 juta meter persegi. 

Lebih lanjut, Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (Asaki) menyambut baik pembangunan pabrik granit PT SPS.

Ketua Bidang Keramik dan Ubin Asaki, Andrea Petrina menambahkan pembangunan pabrik granit PT SPS itu bisa membawa multiplier effect terhadap perekonomian Indonesia.

“Investasi ini juga bagian dari komitmen industri keramik nasional terhadap dukungan pemerintah yang telah memberikan harga gas khusus,” sebut dia. 

Di samping itu, Andrea melihat kehadiran pabrik granit SPS di Subang sekaligus akan menjawab tantangan gempuran produk impor, terutama dari Tiongkok.

Sejak beberapa tahun terakhir, dengan tingginya angka kebutuhan granit, barang-barang Tiongkok memang membanjiri pasar lokal. Meskipun pemerintah tengah menerapkan safeguard sejak 2018.

Data Asaki menunjukkan, kapasitas produksi keramik nasional mencapai 550 juta meter persegi per tahun. Dari jumlah itu, 140-150 juta meter persegi merupakan keramik jenis B1A atau granit. Namun faktanya hanya bisa berjalan sekitar 50%.

“Gempuran produk impor dari Tiongkok juga diindikasikan karena terjadi unfair trade. Seperti salah satunya tax subsidi 14%, praktik indikasi dumping, serta pengurangan ketebalan keramik,” tutupnya. 

 

Selengkapnya
Showing 11 to 11 of 19 entries