Penulis : Agus Suseno
Editor : Rahayu Dwi Lestari
Tanggal : 02 Maret
2026
Bandung, 02/03/2026 - Balai Besar
Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Keramik dan Mineral Nonlogam
(BBSPJIKMN) telah sukses menyelenggarakan Program Bimbingan Teknis Preparation
Refractory API 936 Batch 1 Tahun 2026 pada tanggal 26-29 Januari 2026 yang
bertempat di Gedung BBSPJIKMN, Bandung.
Industri refraktori nasional masih menghadapi tantangan besar akibat
dominasi produk impor. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), impor
produk refraktori untuk semen tahan api dan bata tahan api pada periode 2020-2024
mencapai 891.434 ton (Rata-rata 222.750 ton/tahun), dengan nilai perdagangan
sebesar USD 588,90 juta. Dari jumlah tersebut, China menjadi pemasok utama
dengan pangsa pasar mencapai 88 persen, diikuti Malaysia 2,21 persen, Korea
Selatan 1,94 persen, Thailand 1,76 persen dan India 1,35 persen.
Kondisi ini menunjukkan ketergantungan yang masih tinggi terhadap produk
luar negeri untuk memenuhi kebutuhan industri semen, keramik, dan kaca di dalam
negeri. Direktur Industri Semen, Keramik, dan Pengolahan Bahan Galian Nonlogam
(ISKPBGNL) Kementerian Perindustrian, Putu Nadi Astuti, menegaskan bahwa
dominasi impor tersebut menjadi perhatian serius pemerintah dan pelaku
industri.
Lebih lanjut, Putu menyoroti rendahnya tingkat utilasi industri refraktori
nasional yang rata-rata hanya mencapai 33,78 persen dari total kapasitas
terpasang sepanjang tahun 2020-2024. Pangsa pasar domestik juga masih terbatas,
hanya sebesar 12,54 persen dari total kebutuhan refraktori nasional (Rata-rata
28.000 ton/tahun). Untuk itu Kementerian Perindustrian telah mendorong upaya
strategis untuk memperkuat kolaborasi antara produsen refraktori di dalam
negeri dengan industri pengguna melalui kegiatan Business Matching Industri
Refraktori Nasional pada tanggal 30 Oktober 2025 di Bandung.
Foto: Para peserta menerima sertifikat Bimbingan
Teknis Preparation Refractory API 936 Batch I Tahun 2026 di BBSPJIKMN.
Dengan terselenggaranya
Program Bimbingan Teknis Preparation Refractory API 936 ini yang
diselenggarakan oleh BBSPJIKMN adalah upaya untuk mencetak tenaga-tenaga ahli
di bidang refraktori khususnya di Indonesia. Program ini bertujuan pula untuk
meningkatkan pemahaman peserta mengenai standar refraktori API 936 terbaru (Fifth
Edition – 2024), aplikasi refraktori monolitik, pengetahuan material,
instalasi dan inspeksi, pengujian, serta persiapan untuk mengikuti ujian API
936. Persiapan ujian sertifikasi API 936 akan mencakup try-out simulation
dan pemberian panduan pendaftaran sertifikasi API 936.
Pada tahun 2026, Program Bimbingan Teknis Preparation Refractory API 936
ini akan digelar 5 kali penjadwalan dan dapat ditambah penjadwalannya secara
mandiri apabila terdapat perusahaan/instansi/lembaga yang menginginkan jadwal
tersendiri. Selain Program Bimbingan Teknis Preparation Refractory API 936,
BBSPJIKMN juga menggelar Program Bimbingan Teknis lainnya, antara lain:
- Bimbingan Teknis Bahan Baku Keramik.
- Bimbingan Teknis Industri Hijau untuk Industri
Ubin, Tableware, Saniter, dan Kaca.
- Bimbingan Teknis Kalibrasi Alat Ukur.
- Bimbingan Teknis Pengujian Ubin, Tableware dan Saniter.
- Bimbingan Teknis Kuantifikasi dan Pelaporan
Emisi dan Serapan Gas Rumah Kaca (GRK).
Informasi
lebih lanjut mengenai Program Bimbingan Teknis yang diselenggarakan oleh
BBSPJIKMN di tahun 2026 ini, silakan menghubungi kami di email kemitraan@bbk.go.id
atau nomer WhatsApp kami di nomor 081281377762.
Media sosial resmi BBSPJIKMN :
1. Instagram : bbk.official_kemenperin
2. Facebook : Balai Besar Keramik / bbspjikmn
3. X
(Twitter) : Balai Besar Keramik /
@balai_keramik
4. Youtube : Balai Besar Keramik
5. Tiktok : Balai Besar Keramik / bbk.kemenperin