Berita

Intip Beragam Alat Pertahanan Buatan RI, dari Komponen Tank hingga Drone

IDXChannel - Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri (BBSPJI) Agro memamerkan alat pertahanan nasional hasil buatan dalam negeri di ajang Indo Defence 2022. Beberapa produk itu di antaranya komponen tank dan drone.

Kepala BBSPJI Logam dan Mesin, Gunawan menerangkan, di ajang pameran pertahanan internasional terbesar se-Asia Tenggara itu,  pihaknya menampilkan rantai tapak atau track link lapis baja untuk tank.

Komponen ini bagian dari rantai tank yang menapak pada jalan dan secara keseluruhan berfungsi untuk menggerakan kendaraan tempur tersebut.

“Keunggulan desain track link ini adalah terdapat bantalan karet yang dapat mengurangi kebisingan suara tank dan lebih nyaman untuk dibawa di jalan beraspal. Modifikasi bentuk tersebut merupakan salah satu faktor yang mendukung penelitian ini dalam memperoleh paten. Kelebihan lainnya, track link yang kami buat bisa berjalan di lumpur karena dilengkapi bagian serupa sayap-sayap kecil atau dayung,” ujar Gunawan di Jakarta, Jumat (4/11/2022).

 

Selain itu, BBSPJI Keramik dan Mineral Nonlogam berpartisipasi dalam penguatan sektor pertahanan, yakni membuat produk rompi tahan peluru, helm tahan peluru serta produk pelapis kendaraan militer sebagai substitusi baja.

Untuk penemuan helm tahan peluru, dilakukan melalui kerja sama riset dengan Balitbang Kementerian Pertahanan dan PT Pindad. Hasil ini telah mendapatkan paten dengan Nomor ID P 0028082 pada April 2011 lalu dan siap untuk dikomersialkan.

“Kami senantiasa mendukung kemajuan dan kemampuan industri alat pertahanan dalam negeri. Kami juga berharap hasil yang kami kembangkan dapat mengatasi ketergantungan Indonesia pada teknologi dari luar negeri,” ujar Kepala BBSPJI Keramik dan Mineral Nonlogam, Azhar Fitri.

Selanjutnya, BBSPJI Tekstil memperkenalkan aplikasi kitosan untuk antibakteri pada seragam militer. Kitosan merupakan produk samping hasil laut asal Indonesia, di mana memiliki sifat alami antibakteri dengan kemampuan reduksi pertumbuhan bakteri pada tekstil hingga lebih dari 90%.

“Dengan adanya finishing agent chitogiene ini, pakaian seragam tidak mudah bau keringat meskipun tidak dicuci beberapa hari. Hal ini tentu dapat meningkatkan unsur kenyamanan dan sanitasi pribadi para prajurit TNI atau Polri,” tutur Kepala BBSPJI Tekstil, Cahyadi.

Selain itu, BBSPJI Selulosa menampilkan penggunaan nitro selulosa sebagai bahan dasar propelan untuk pendorong roket. Selama ini kebutuhan nitro selulosa masih sangat tergantung impor. Oleh karenanya dalam rangka mewujudkan kemandirian industri pertahanan, BBSPJI Selulosa bekerjasama dengan PT. Dahana untuk mengembangkan dissolving pulp sebagai bahan baku nitro selulosa.

Kepala BBSPJI Selulosa, Sri Bimo Pratomo menyampaikan bahwa peluang pemanfaatan bahan baku serat selulosa Indonesia masih sangat besar karena ketersediaannya cukup berlimpah, di mana salah satunya adalah pemanfaatan Eucalyptus dan Bambu Gombong menjadi nitro selulosa. 

“Kami sedang berupaya mengimplementasikan pemanfaatan selulosa ini menjadi produk yang bernilai tambah tinggi untuk kemandirian bangsa,” terangnya.

Pada pameran itu, Kemenperin juga memfasilitasi Asosiasi Sistem & Teknologi Tanpa Awak (ASTTA) tampil di ajang Indo Defence 2022, untuk memperkenalkan berbagai produk drone dalam negeri yang bisa mendukung sektor pertahanan dan keamanan nasional. Apalagi, saat ini teknologi drone pertahanan merupakan topik yang semakin ramai menjadi perbincangan sejak konflik Rusia dan Ukraina.

Di samping itu, semakin banyak negara yang mulai tertarik dengan efektivitas teknologi drone yang telah terbukti di medan pertempuran. Di Indonesia sendiri telah terdapat beberapa perusahaan manufaktur drone yang mampu mengembangkan teknologi tersebut dan tergabung di dalam ASTTA.

(FRI)

 

 

Selengkapnya
RI Pamer Alat Pertahanan Buatan Lokal

Sumber : Okezone


JAKARTA - Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri (BBSPJI) Agro membawa alat pertahanan nasional hasil garapan industri dalam negeri di ajang Indo Defence 2022.

Kepala BBSPJI Logam dan Mesin, Gunawan menerangkan, di ajang pameran pertahanan internasional terbesar se-Asia Tenggara itu,

BBSPJI Logam dan Mesin menampilkan rantai tapak atau track link lapis baja untuk tank.

Komponen ini bagian dari rantai tank yang menapak pada jalan dan secara keseluruhan berfungsi untuk menggerakan kendaraan tempur tersebut.

“Keunggulan desain track link ini adalah terdapat bantalan karet yang dapat mengurangi kebisingan suara tank dan lebih nyaman untuk dibawa di jalan beraspal. Modifikasi bentuk tersebut merupakan salah satu faktor yang mendukung penelitian ini dalam memperoleh paten. Kelebihan lainnya, track link yang kami buat bisa berjalan di lumpur karena dilengkapi bagian serupa sayap-sayap kecil atau dayung,” ujar Kepala BBSPJI Logam dan Mesin, Gunawan di Jakarta, Jumat (4/11/2022).

Berikutnya, partisipasi BBSPJI Keramik dan Mineral Nonlogam dalam penguatan sektor pertahanan, yakni membuat produk rompi tahan peluru, helm tahan peluru serta produk pelapis kendaraan militer sebagai substitusi baja. Untuk penemuan helm tahan peluru, dilakukan melalui kerja sama riset dengan Balitbang Kementerian Pertahanan dan PT Pindad. Hasil ini telah mendapatkan paten dengan Nomor ID P 0028082 pada April 2011 lalu dan siap untuk dikomersialkan.

“Kami senantiasa mendukung kemajuan dan kemampuan industri alat pertahanan dalam negeri. Kami juga berharap hasil yang kami kembangkan dapat mengatasi ketergantungan Indonesia pada teknologi dari luar negeri,” ujar Kepala BBSPJI Keramik dan Mineral Nonlogam, Azhar Fitri.

Selanjutnya, BBSPJI Tekstil memperkenalkan aplikasi kitosan untuk antibakteri pada seragam militer. Kitosan adalah produk samping hasil laut asal Indonesia, di mana memiliki sifat alami antibakteri dengan kemampuan reduksi pertumbuhan bakteri pada tekstil hingga lebih dari 90%.

“Dengan adanya finishing agent chitogiene ini, pakaian seragam tidak mudah bau keringat meskipun tidak dicuci beberapa hari. Hal ini tentu dapat meningkatkan unsur kenyamanan dan sanitasi pribadi para prajurit TNI atau Polri,” tutur Kepala BBSPJI Tekstil, Cahyadi.

Selain itu, BBSPJI Selulosa menampilkan penggunaan nitro selulosa sebagai bahan dasar propelan untuk pendorong roket. Selama ini kebutuhan nitro selulosa masih sangat tergantung impor. Oleh karenanya dalam rangka mewujudkan kemandirian industri pertahanan, BBSPJI Selulosa bekerjasama dengan PT. Dahana untuk mengembangkan dissolving pulp sebagai bahan baku nitro selulosa.

Kepala BBSPJI Selulosa, Sri Bimo Pratomo menyampaikan bahwa peluang pemanfaatan bahan baku serat selulosa Indonesia masih sangat besar karena ketersediaannya cukup berlimpah, di mana salah satunya adalah pemanfaatan Eucalyptus dan Bambu Gombong menjadi nitro selulosa.

“Kami sedang berupaya mengimplementasikan pemanfaatan selulosa ini menjadi produk yang bernilai tambah tinggi untuk kemandirian bangsa,” terangnya.

Pada pameran itu, Kemenperin juga memfasilitasi Asosiasi Sistem & Teknologi Tanpa Awak (ASTTA) tampil di ajang Indo Defence 2022, untuk memperkenalkan berbagai produk drone dalam negeri yang bisa mendukung sektor pertahanan dan keamanan nasional. Apalagi, saat ini teknologi drone pertahanan merupakan topik yang semakin ramai menjadi perbincangan sejak konflik Rusia dan Ukraina.

Di samping itu, semakin banyak negara yang mulai tertarik dengan efektivitas teknologi drone yang telah terbukti di medan pertempuran.

Di Indonesia sendiri telah terdapat beberapa perusahaan manufaktur drone yang mampu mengembangkan teknologi tersebut dan tergabung di dalam ASTTA.

 

Selengkapnya
Langkah Majukan Industri Keramik, dari Peralatan Makan hingga Sanitary

Sumber : KOMPAS.com


JAKARTA, KOMPAS.com - Balai Besar Keramik memperingati hari jadinya yang ke-100. Industri keramik nasional mencakup peralatan makan (tableware), lantai keramik, hingga sanitary, seperti kloset, wastafel, dan bathtub. Kementerian Perindustrian berkomitmen untuk terus mendukung pembangunan struktur industri nasional yang mandiri dan berdaulat, maju dan berdaya saing di tingkat global, berkeadilan dan inklusif, industri berbasis inovasi dan teknologi. Upaya memajukan industri keramik nasional terus dilakukan oleh pemerintah dengan mengupayakan strategi khusus diantaranya pemberlakuan SNI wajib bagi produk-produk keramik, kaca dan bahan galian nonlogam lainnya.

”Strategi dalam pemulihan industri keramik nasional perlu diimbangi dengan peningkatan keterampilan dan keahlian tenaga kerja melalui adopsi teknologi mutakhir dengan memanfaatkan penerapan teknologi industri 4.0 yang dapat menciptakan produk ber-SNI, berkualitas kelas dunia, proses produksi yang efektif, efisien, ramah lingkungan, serta diiringi dengan peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri khususnya dalam Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah," kata Menteri Perindustrian RI Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangan resmi, Jumat (21/10/2022). Tahun ini menjadi momentum kebangkitan sektor Industri pengolahan nonmigas, termasuk industri keramik. Hal ini tercermin dari kinerja positif industri keramik sebagai subsektor dari industri bahan galian nonlogam, yang tumbuh 1,35 persen dengan kontribusi 0,47 pesen secara tahunan pada kuartal I 2022. Capaian ini menempatkan industri bahan galian nonlogam sebagai peringkat kedua dalam kontribusi perkembangan investasi di sektor industri kimia, farmasi dan tekstil (IKFT) sebesar 2,69 persen.

Insentif Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) bagi industri sebesar USD 6 per MMBTU melalui Keputusan Menteri ESDM Nomor 89K/10/MEM Tahun 2020, yang selanjutnya diperbarui dengan Keputusan Menteri ESDM Nomor 134.K/HK.02/MEM.M Tahun 2021 terbukti meningkatkan efisiensi biaya operasional, sehingga capaian utilitas kinerja industri ubin keramik tahun 2021 mencapai 72 persen, tertinggi dalam lima tahun terakhir.

Strategi pemulihan yang tepat tentunya berdampak pada perbaikan berkesinambungan sehingga kinerja ekspor industri keramik nasional pada kuartal I tahun 2022, menurut data BPS, mampu tumbuh positif sebesar 12 persen dengan total volume 3,9 juta meter persegi yang didukung oleh peningkatan penjualan ke Filipina, Malaysia, dan Thailand.

Pencapaian positif kinerja ekspor juga diikuti dengan penurunan volume impor sebesar 21 persen secara tahunan (year on year) dari 18,5 juta meter persegi menjadi 14,4 juta meter persegi, yang berdampak pada kenaikan utilitas pada kuartal I 2022 berada di level 83 persen. Prestasi kinerja industri keramik nasional ini tentunya didukung dengan keberadaan Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Keramik dan Mineral Nonlogam yang menyelenggarakan layanan jasa seperti pengujian, sertifikasi, standardisasi, bimbingan teknis dan jasa teknis lainnya, yang dapat memastikan kualitas produk keramik secara akurat dan terpercaya.

Doddy Rahadi Kepala Badan Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri (BSKJI) Kemenperin menyampaikan bahwa pihaknya akan terus berfokus pada upaya menunjang daya saing industri melalui infrastruktur standardisasi industri serta pemanfaatan sumber daya industri melalui pemanfaatan teknologi industri. "Dengan meluncurkan serangkaian kebijakan yang meliputi optimalisasi pemanfaatan teknologi Industri berorientasi substitusi impor, penumbuhan circular economy dan peningkatan daya saing melalui penguatan standardisasi industri dan implementasi industri 4.0," tutur dia. Industri keramik nasional terus berkembang selama lebih dari 30 tahun dan merupakan salah satu industri yang didukung oleh ketersediaan bahan baku yang melimpah.

Prospek industri keramik nasional dalam jangka panjang cukup baik seiring dengan pertumbuhan pasar dalam negeri yang terus meningkat karena didukung oleh pertumbuhan pembangunan seperti properti dan perumahan. Industri keramik yang terdiri dari ubin, saniter, tableware, kaca, refraktori serta produk mineral nonlogam lainnya telah memberikan kontribusi yang cukup signifikan dalam mendukung pembangunan nasioanal melalui penyediaan kebutuhan domestik, perolehan devisa dan penyerapan tenaga kerja. 

 

Selengkapnya
Peringati 100 Tahun Berdirinya Balai Besar Keramik, Menperin Sebut Investasi dan Ekspor Terus Tumbuh

Sumber : TRIBUNNEWS.COM


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Keramik dan Mineral Nonlogam Kementerian Perindustrian menggelar acara Peringatan 100 Tahun Balai Besar Standarisasi dan Pelayanan Jasa Industri Keramik dan Mineral Nonlogam, Kamis (20/10/2022).

Selama bertahun-tahun, industri keramik dalam negeri terus menunjukkan progres positif. Di tahun ini, industri keramik sebagai subsektor dari industri bahan galian nonlogam tumbuh 1,35 persen dengan kontribusi 0,47 persen (y-o-y) pada triwulan I tahun 2022.

Capaian tersebut menempatkan industri bahan galian nonlogam sebagai peringkat kedua dalam kontribusi perkembangan investasi di sektor industri kimia, farmasi dan tekstil (IKFT) sebesar 2,69 persen.

Insentif Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) bagi industri sebesar 6 dolar AS per-MMBTU menjadi kebijakan yang dapat meningkatkan efisiensi pada biaya operasional di industri keramik, sehingga capaian utilitas kinerja industri ubin keramik tahun 2021 mencapai 72 persen atau tertinggi dalam lima tahun terakhir.

"Pada semester I tahun 2022, sektor industri keramik telah mencatatkan investasi dengan total Rp 17,7 triliun. Penambahan investasi ini diharapkan akan semakin memperkuat aliran rantai pasok industri keramik nasional yang juga sejalan dengan program subtitusi impor guna mengoptimalkan sumber daya produksi dalam negeri," tutur Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam sambutannya secara virtual pada acara Temu Usaha Industri dan Puncak Memperingati 100 Tahun Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Keramik dan Mineral Nonlogam, Kamis (20/10/2022).

Di samping itu, adanya strategi pemulihan ekonomi nasional turut berdampak positif pada kinerja ekspor industri keramik pada kuartal I tahun 2022.

Ekspor produk keramik nasional tumbuh sebesar 12 persen dengan total volume 3,9 juta meter persegi, yang didukung oleh peningkatan penjualan ke negara Filipina, Malaysia dan Thailand.

Kinerja gemilang dari capaian ekspor tersebut, juga diikuti dengan penurunan volume impor sebesar 21 persen (year on year) dari 18,5 juta meter persegi menjadi 14,4 juta meter persegi, yang berdampak pada kenaikan utilitas pada kuartal I-2022 berada di level 83 persen.

"Prestasi kinerja industri keramik nasional ini tentunya didukung dengan keberadaan Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Keramik dan Mineral Nonlogam (BBSPJI Keramik dan Mineral Nonlogam) yang menyelenggarakan layanan jasa seperti pengujian, sertifikasi, standardisasi, bimbingan teknis dan jasa teknis lainnya, yang dapat memastikan kualitas produk keramik secara akurat dan terpercaya," jelas Menperin.

Dari awal pendiriannya pada tahun 1922 pada masa Pemerintahan Kolonial Belanda, dengan nama "Het Keramische Laboratorium", BBSPJI Keramik dan Mineral Nonlogam terus berupaya memberikan kontribusi terbaik bagi industri keramik nasional.

"Dalam perjalanan pengabdiannya, balai besar ini juga melayani jasa standardisasi hingga sertifikasi, pendampingan pengembangan usaha industri meliputi industri kaca (baik untuk bangunan, otomotif, hingga alat kesehatan), industri refraktori, serta mineral nonlogam lainnya," imbuhnya.

Menperin berharap momentum 100 tahun ini hendaknya menjadi tonggak bagi BBSPJI Keramik dan Mineral Nonlogam dalam memberikan pelayanan prima, serta bersinergi memajukan industri keramik dan turunannya, sehingga industri keramik nasional dapat berjaya di negeri sendiri, berdaya saing di pasar global dan menciptakan inovasi yang berkelanjutan.

 

Selengkapnya
Menperin Sebut Investasi Industri Keramik Capai Rp17,7 Triliun

Sumber : bicaranetwork.com 

bicaranetwork.com - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menyebut sektor industri keramik telah mencatatkan investasi Rp17,7 triliun pada semester I tahun 2022.

"Penambahan investasi ini diharapkan akan semakin memperkuat aliran rantai pasok industri keramik nasional yang juga sejalan dengan program subtitusi impor guna mengoptimalkan sumber daya produksi dalam negeri,” kata Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita lewat keterangannya di Jakarta, Kamis.

Hal terkait investasi industri keramik tersebut disampaikan Menperin saat memberikan sambutan secara virtual pada acara Temu Usaha Industri dan Puncak Memperingati 100 Tahun Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Keramik dan Mineral Nonlogam.

Ia mengemukakan insentif Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) bagi industri sebesar 6 dolar AS per MMBTU menjadi salah satu kebijakan yang dapat meningkatkan efisiensi pada biaya operasional di industri keramik.

“Sehingga capaian utilitas kinerja industri ubin keramik tahun 2021 mencapai 72 persen, atau tertinggi dalam lima tahun terakhir,” ungkap Menperin.

Di samping itu adanya strategi pemulihan ekonomi nasional turut berdampak positif pada kinerja ekspor industri keramik pada kuartal I 2022. Ekspor produk keramik tumbuh 12 persen dengan volume 3,9 juta meter persegi, yang didukung oleh peningkatan penjualan ke negara Filipina, Malaysia, dan Thailand.

Kinerja ekspor tersebut, diikuti dengan penurunan volume impor sebesar 21 persen secara tahunan (year on year/yoy) dari 18,5 juta meter persegi menjadi 14,4 juta meter persegi, yang berdampak pada kenaikan utilitas pada kuartal I 2022 di level 83 persen.

“Prestasi kinerja industri keramik nasional ini tentunya didukung dengan keberadaan Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri (BBSPJI) Keramik dan Mineral Non-logam yang menyelenggarakan layanan jasa seperti pengujian, sertifikasi, standardisasi, bimbingan teknis dan jasa teknis lainnya, dan dapat memastikan kualitas produk keramik secara akurat dan terpercaya,” papar Menperin.

Dari awal pendiriannya tahun 1922 pada masa Pemerintahan Kolonial Belanda dengan nama Het Keramische Laboratorium, BBSPJI Keramik dan Mineral Non-logam terus berupaya memberikan kontribusi terbaik bagi industri keramik nasional.

“Dalam perjalanan pengabdiannya, balai besar ini juga melayani jasa standardisasi hingga sertifikasi, pendampingan pengembangan usaha industri meliputi industri kaca (baik untuk bangunan, otomotif, hingga alat kesehatan), industri refraktori, serta mineral non-logam lainnya,” kata Menperin.

Momentum 100 tahun tersebut hendaknya menjadi tonggak bagi BBSPJI Keramik dan Mineral Non-logam dalam memberikan pelayanan prima serta bersinergi memajukan industri keramik dan turunannya, sehingga dapat berjaya di negeri sendiri, berdaya saing di pasar global, dan menciptakan inovasi yang berkelanjutan.

Selengkapnya
Menperin: Industri Keramik Mulai Menggeliat, Investasi Tembus Rp 17,7 Triliun

Sumber : Kumparan

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang mengatakan, industri keramik tanah air sudah mulai menggeliat. Hal ini terlihat dari total investasi di sektor tersebut tembus Rp 17,7 triliun di semester I 2022.

"Penambahan investasi ini diharapkan dapat semakin memperkuat aliran rantai pasok industri keramik nasional yang juga sejalan dengan program subtitusi impor guna mengoptimalkan sumber daya produksi dalam negeri," kata Menperin Agus di Kota Bandung pada Kamis (20/10).

Adapun insentif Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) bagi industri sebesar USD 6 per MMBTU menjadi salah satu kebijakan yang dapat meningkatkan efisiensi biaya operasional di industri keramik. Dengan begitu, capaian utilitas kinerja industri ubin keramik tahun 2021 mencapai 72 persen atau tertinggi dalam lima tahun terakhir.

Selain itu, adanya strategi pemulihan ekonomi nasional turut berdampak positif pada kinerja ekspor industri keramik pada kuartal I tahun 2022. Ekspor produk keramik nasional tumbuh sebesar 12 persen dengan total volume 3,9 juta meter² yang didukung oleh peningkatan penjualan ke negara Filipina, Malaysia, dan Thailand.

Kemudian, capaian ekspor tersebut juga diikuti dengan penurunan volume impor sebesar 2 persen (yoy) dari 18,5 juta meter² jadi 14,4 juta meter² yang berdampak pada kenaikan utilitas pada kuartal I-2022 berada di level 83 persen.

"Prestasi kinerja industri keramik nasional ini tentunya didukung dengan keberadaan Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Keramik dan Mineral Non Logam yang menyelenggarakan layanan jasa seperti pengujian, sertifikasi, standardisasi, bimbingan teknis dan jasa teknis lainnya, yang dapat memastikan kualitas produk keramik secara akurat dan tepercaya," ucap Agus.

Tepatnya pada momentum 100 tahun ini, ia berharap dapat dijadikan sebagai momentum untuk terus memberi layanan prima dan menciptakan beragam inovasi demi meningkatkan daya saing di pasar global.

"Sehingga industri keramik nasional dapat berjaya di negeri sendiri, berdaya saing di pasar global dan menciptakan inovasi yang berkelanjutan," ujar dia.

Melalui keterangannya pula, Kepala Badan Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri (BSKJI) Kemenperin, Doddy Rahadi mengatakan, pihaknya terus fokus untuk dapat menunjang daya saing industri melalui infrastruktur standardisasi industri serta pemanfaatan sumber daya industri melalui pemanfaatan teknologi.

Upaya yang dimaksud antara lain dengan melakukan optimalisasi pemanfaatan teknologi industri berorientasi substitusi impor, penumbuhan circular economy, serta peningkatan daya saing melalui penguatan standardisasi industri dan implementasi Industri 4.0.

"Guna mendukung peningkatan daya saing industri, BBSPJI Keramik dan Mineral Nonlogam hadir sebagai penyedia layanan jasa sertifikasi, pengujian, kalibrasi, pelatihan, konsultasi dan optimalisasi teknologi industri," tandas dia.

 

Selengkapnya
100 Tahun Balai Besar Keramik, Menperin: Ekspor dan Utilisasi Naik

Sumber : Agrofarm

Agrofarm.co.id-Tahun 2022 menjadi momentum kebangkitan sektor industri pengolahan nonmigas, termasuk di dalamnya adalah industri keramik. Hal ini tercermin dari kinerja positif industri keramik sebagai subsektor dari industri bahan galian nonlogam, yang tumbuh 1,35% dengan kontribusi 0,47% (y-o-y) pada triwulan I tahun 2022. Capaian tersebut menempatkan industri bahan galian nonlogam sebagai peringkat kedua dalam kontribusi perkembangan investasi di sektor industri kimia, farmasi dan tekstil (IKFT) sebesar 2,69%

Pada semester I tahun 2022, sektor industri keramik telah mencatatkan investasi dengan total Rp17,7 triliun. Penambahan investasi ini diharapkan akan semakin memperkuat aliran rantai pasok industri keramik nasional yang juga sejalan dengan program subtitusi impor guna mengoptimalkan sumber daya produksi dalam negeri, kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam sambutannya secara virtual pada acara Temu Usaha Industri dan Puncak Memperingati 100 Tahun Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Keramik dan Mineral Nonlogam, Kamis (20/10/2022).

Menperin mengemukakan, insentif Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) bagi industri sebesar USD6 per MMBTU menjadi salah satu kebijakan yang dapat meningkatkan efisiensi pada biaya operasional di industri keramik. Sehingga capaian utilitas kinerja industri ubin keramik tahun 2021 mencapai 72%, atau tertinggi dalam lima tahun terakhir, ungkapnya.

Di samping itu, adanya strategi pemulihan ekonomi nasional turut berdampak positif pada kinerja ekspor industri keramik pada kuartal I tahun 2022. Ekspor produk keramik nasional tumbuh sebesar 12% dengan total volume 3,9 juta meter persegi, yang didukung oleh peningkatan penjualan ke negara Filipina, Malaysia, dan Thailand.

Kinerja gemilang dari capaian ekspor tersebut, juga diikuti dengan penurunan volume impor sebesar 21% (year on year) dari 18,5 juta meter persegi menjadi 14,4 juta meter persegi, yang berdampak pada kenaikan utilitas pada kuartal I-2022 berada di level 83%.

Prestasi kinerja industri keramik nasional ini tentunya didukung dengan keberadaan Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Keramik dan Mineral Nonlogam (BBSPJI Keramik dan Mineral Nonlogam) yang menyelenggarakan layanan jasa seperti pengujian, sertifikasi, standardisasi, bimbingan teknis dan jasa teknis lainnya, yang dapat memastikan kualitas produk keramik secara akurat dan terpercaya, papar Menperin.

Dari awal pendiriannya pada tahun 1922 pada masa Pemerintahan Kolonial Belanda, dengan nama “Het Keramische Laboratorium”, BBSPJI Keramik dan Mineral Nonlogam terus berupaya memberikan kontribusi terbaik bagi industri keramik nasional.

Dalam perjalanan pengabdiannya, balai besar ini juga melayani jasa standardisasi hingga sertifikasi, pendampingan pengembangan usaha industri meliputi industri kaca (baik untuk bangunan, otomotif, hingga alat kesehatan), industri refraktori, serta mineral nonlogam lainnya, imbuhnya.

 

Momentum 100 tahun ini hendaknya menjadi tonggak bagi BBSPJI Keramik dan Mineral Nonlogam dalam memberikan pelayanan prima serta bersinergi memajukan industri keramik dan turunannya, sehingga industri keramik nasional dapat berjaya di negeri sendiri, berdaya saing di pasar global dan menciptakan inovasi yang berkelanjutan.

Menunjang daya saing

Pada kesempatan yang sama, Kepala Badan Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri (BSKJI) Kemenperin, Doddy Rahadi menyampaikan bahwa pihaknya terus fokus pada upaya menunjang daya saing industri melalui infrastruktur standardisasi industri serta pemanfaatan sumber daya industri melalui pemanfaatan teknologi.

Upayanya adalah dengan meluncurkan serangkaian kebijakan yang meliputi optimalisasi pemanfaatan teknologi industri berorientasi substitusi impor, penumbuhan circular economy, serta peningkatan daya saing melalui penguatan standardisasi industri dan implementasi industri 4.0, jelasnya.

Guna mendukung peningkatan daya saing industri, BBSPJI Keramik dan Mineral Nonlogam hadir sebagai penyedia layanan jasa sertifikasi, pengujian, kalibrasi, pelatihan, konsultansi dan optimalisasi teknologi industri. BBSPJI Keramik dan Mineral Nonlogam serta balai-balai di lingkungan Kemenperin juga hadir sebagai problem solver, serta senantiasa melakukan pendampingan bagi pelaku industri nasional, tandasnya.

Kepala BBSPJI Keramik dan Mineral Nonlogam, Azhar Fitri menyampaikan, pihaknya selalu siap bertransformasi dan beradaptasi sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan pelaku industri. Seiring pertumbuhan industri, membuat kami semakin mengoptimalkan berbagai pelayanan jasa industri yang inovatif, ujarnya.

Kegiatan temu usaha industri ini diikuti sebanyak 200 pelaku industri keramik dan mineral nonlogam secara luring, serta lebih dari 1000 peserta mengikuti secara daring. Rangkaian kegiatan lainnya adalah pameran industri, webinar dan penyusunan skema sertifikasi tableware dan sanitary untuk lembaga sertifikasi personil yang dihadiri oleh 26 industri.

Selain itu, pemberian penghargaan kepada PT. Lucky Indah Keramik sebagai pelanggan terloyal, PT. Bintangmas Glass Solution sebagai pengguna layanan jasa sertifikasi (SPPT SNI) terbanyak dan PT. Arwana Citra Mulia Tbk sebagai pengguna layanan jasa terbanyak. Kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan SPPT-SNI Vial Ampul kepada PT. Schoot Igar Glass dan peluncuran prangko 100 Tahun Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Keramik dan Mineral Nonlogam.

Sebagai bentuk sinergi BBSPJI Keramik dan Mineral Nonlogam dengan sejumlah mitra industri, dilakukan penandatanganan MoU di antaranya dengan PT. Chandra Asri, Universitas Logistik dan Bisnis Indonesia, Disperindag Propinsi Sumatera Utara, dan Universitas Jenderal Ahmad Yani.

Selengkapnya
Peringati 100 Tahun Balai Besar Keramik, Menperin Agus: Daya Saing Industri Keramik Semakin Mengkilap

Sumber : INDUSTRY.co.id

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Tahun 2022 menjadi momentum kebangkitan sektor industri pengolahan nonmigas, termasuk di dalamnya adalah industri keramik. Hal ini tercermin dari kinerja positif industri keramik sebagai subsektor dari industri bahan galian nonlogam, yang tumbuh 1,35% dengan kontribusi 0,47% (y-o-y) pada triwulan I tahun 2022. 

Capaian tersebut menempatkan industri bahan galian nonlogam sebagai peringkat kedua dalam kontribusi perkembangan investasi di sektor industri kimia, farmasi dan tekstil (IKFT) sebesar 2,69%

“Pada semester I tahun 2022, sektor industri keramik telah mencatatkan investasi dengan total Rp17,7 triliun. Penambahan investasi ini diharapkan akan semakin memperkuat aliran rantai pasok industri keramik nasional yang juga sejalan dengan program subtitusi impor guna mengoptimalkan sumber daya produksi dalam negeri," kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam sambutannya secara virtual pada acara Temu Usaha Industri dan Puncak Memperingati 100 Tahun Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Keramik dan Mineral Nonlogam, Kamis (20/10).

Menperin mengemukakan, insentif Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) bagi industri sebesar USD6 per MMBTU menjadi salah satu kebijakan yang dapat meningkatkan efisiensi pada biaya operasional di industri keramik. 

"Sehingga capaian utilitas kinerja industri ubin keramik tahun 2021 mencapai 72%, atau tertinggi dalam lima tahun terakhir," ungkapnya.

Di samping itu, adanya strategi pemulihan ekonomi nasional turut berdampak positif pada kinerja ekspor industri keramik pada kuartal I tahun 2022. 

Ekspor produk keramik nasional tumbuh sebesar 12% dengan total volume 3,9 juta meter persegi, yang didukung oleh peningkatan penjualan ke negara Filipina, Malaysia, dan Thailand. 

Kinerja gemilang dari capaian ekspor tersebut, juga diikuti dengan penurunan volume impor sebesar 21% (year on year) dari 18,5 juta meter persegi menjadi 14,4 juta meter persegi, yang berdampak pada kenaikan utilitas pada kuartal I-2022 berada di level 83%.  

"Prestasi kinerja industri keramik nasional ini tentunya didukung dengan keberadaan Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Keramik dan Mineral Nonlogam (BBSPJI Keramik dan Mineral Nonlogam) yang menyelenggarakan layanan jasa seperti pengujian, sertifikasi, standardisasi, bimbingan teknis dan jasa teknis lainnya, yang dapat memastikan kualitas produk keramik secara akurat dan terpercaya," papar Menperin.

Dari awal pendiriannya pada tahun 1922 pada masa Pemerintahan Kolonial Belanda, dengan nama "Het Keramische Laboratorium", BBSPJI Keramik dan Mineral Nonlogam terus berupaya memberikan kontribusi terbaik bagi industri keramik nasional. 

"Dalam perjalanan pengabdiannya, balai besar ini juga melayani jasa standardisasi hingga sertifikasi, pendampingan pengembangan usaha industri meliputi industri kaca (baik untuk bangunan, otomotif, hingga alat kesehatan), industri refraktori, serta mineral nonlogam lainnya," imbuhnya.

Momentum 100 tahun ini hendaknya menjadi tonggak bagi BBSPJI Keramik dan Mineral Nonlogam dalam memberikan pelayanan prima serta bersinergi memajukan industri keramik dan turunannya, sehingga industri keramik nasional dapat berjaya di negeri sendiri, berdaya saing di pasar global dan menciptakan inovasi yang berkelanjutan.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Badan Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri (BSKJI) Kemenperin, Doddy Rahadi menyampaikan bahwa pihaknya terus fokus pada upaya menunjang daya saing industri melalui infrastruktur standardisasi industri serta pemanfaatan sumber daya industri melalui pemanfaatan teknologi.

"Upayanya adalah dengan meluncurkan serangkaian kebijakan yang meliputi optimalisasi pemanfaatan teknologi industri berorientasi substitusi impor, penumbuhan circular economy, serta peningkatan daya saing melalui penguatan standardisasi industri dan implementasi industri 4.0," jelasnya.