(30/05/2023) Sumber : Bisnis
JAKARTA – Pelaku industri keramik dalam negeri meningkatkan target produksi tahun ini untuk menyambut peluang bisnis dalam proyek pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur. Ketua Umum Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (Asaki) Edy Suyanto mengatakan target produksi keramik nasional 2023 naik dari 551 juta m2 menjadi 625 juta m2. “Produksi keramik di tahun 2023 yang semula 551 juta m2 akan ditingkatkan menjadi 625 juta m2,†kata Edi seperti dikutip dari keterangan resmi, Selasa (30/5/2023). Saat ini, sambungnya, tingkat utilisasi di industri keramik nasional mencapai 78 persen. Tahun depan, ditargetkan utilisasi industri meningkat menjadi 82 persen.
Dalam beberapa tahun ke depan, industri keramik di Indonesia menargetkan angka produksi tahunan bisa mencapai 810 juta m2 demi memenuhi target per kapita penggunaan keramik di negara-negara Asia Tenggara. “Apabila target tersebut terpenuhi akan menjadikan Indonesia sebagai produsen ke-4 terbesar keramik di dunia dan terbaik di Asia,†ujarnya.
Sementara dari sisi pemerintah, sejumlah strategi khusus juga diimplementasikan terkait dengan upaya memperbesar peluang bisnis industri keramik di proyek IKN. Kepala Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Keramik dan Mineral Nonlogam (BBSPJIKMN), Azhar Fitri, menyebut terdapat 4 langkah yang diambil oleh pemerintah terkait dengan hal tersebut. Strategi yang diambil di antaranya pemberlakuan Standar Nasional Indonesia (SNI) wajib bagi produk-produk keramik, kaca dan bahan galian nonlogam lainnya, sertifikasi tingkat komponen dalam negeri (TKDN), serta pengembangan sumber daya manusia (SDM). “Bagi industri keramik nasional, selain meningkatkan utilisasi, juga diperlukan upaya dalam inovasi pada produknya yang sesuai dengan kebutuhan dan daya beli konsumen di dalam dan luar negeri, sehingga penjualan akan lebih meningkat,†kata Azhar.
(30/05/2023) Sumber : Asianpost
Jakarta – Proyek Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur (Kaltim) sudah mulai dilirik oleh investor. Sebut saja misalnya, salah satu perusahaan pabrik keramik lokal yang sudah mulai melakukan uji kelayakan (feasibility study) di IKN.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah gencar melakukan sosialisasi ke para investor terkait proyek IKN. Berbagai insentif dan kemudahan diberikan untuk para investor yang akan berinvestasi di IKN.
“Informasi dari PUPR bahwa pembangunan IKN akan ada 5 tahap dan selesai di 2045. Dalam rentang waktu cukup lama kebutuhan sangat besar, kita ajak member ASAKI untuk hadir di Kaltim (Kalimantan Timur). Saat ini feasibility study apa memungkinkan bangun pabrik baru di sekitar IKN,†ucap Ketua Umum Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (ASAKI) Edy Suyatno di acara Temu Usaha Industri 2023, Selasa, 30 Mei 2023.
“Salah satunya kami sendiri Arwana Citramulia. Mayoritas anggota ada di Jatim, 50% industri kami di Jatim, sedangkan Surabaya ke Kaltim ngga terlalu jauh. Namun bagi pabrik yang tadinya ada di Sumut, Jabar, bagi kita demi efisiensi ongkos angkut, mereka bisa hadir langsung di IKN,†tambah Edy.
Lebih lanjut, Edy menjelaskan bahwa kini pihaknya sedang berkomunikasi dengan Perusahaan Gas Negara (PGN) terkait upaya menyalurkan energi gas. Mengingat industri keramik membutuhkan energi gas, yang ternyata di sekitar IKN juga terdapat sumber gas dan jaringannya.
“Secara gas tersedia pipanisasi dan kebutuhan di Bontang dan sepertinya IKN ke Bontang tidak terlalu jauh. Kita bisa cari pertengahan lokasi gas dan IKN,†terang Edy.
Edy juga memaparkan jika peluang pendirian pabrik juga cukup besar karena persyaratannya cukup mudah, yakni satu pabrik cukup memproduksi 3 juta m2 per tahun untuk tiap industri yang ingin berinvestasi. Syarat ini tidak seberapa bila dibandingkan dengan potensi yang ada.
Sementara itu, Kepala Balai Besar Standarisasi dan Pelayanan Jasa Industri Keramik dan Mineral Nonlogam (BBSPJIKMN) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Azhar Fitri mengatakan bahwa saat ini utilisasi pabrik keramik mulai mengalami peningkatan.
“Kita melihat peluangnya besar sekali, yang ada sampai akhir semester I ada 79% kita harap sampai 83% utilitas pabrik. Apalagi target ke depan industri keramik di tahun 2023 yang semula 551 juta meter persegi akan ditingkatkan menjadi 625 juta meter persegi,†kata Azhar.
Sebagai informasi, tak hanya produsen keramik lokal, 130 pengusaha Singapura juga akan mengunjungi IKN pada Selasa (30/5) dan Rabu (31/5) karena tertarik untuk berinvestasi di mega proyek yang direncanakan rampung pembangunannya pada hari jadi Indonesia ke 100 tahun itu. SW
(30/05/2023) Sumber : Gatra.com
Bogor - Kepala Balai Besar Standarisasi dan Pelayanan Jasa Industri Keramik dan Mineral Nonlogam (BBSPJIKMN) Kementerian Perindustrian, Azhar Fitri mengatakan bahwa industri keramik nasional memiliki peluang dan prospek yang sangat baik.
Hal itu diucapkan Azhar seiring adanya pertumbuhan ekonomi pasar domestik yang selalu meningkat melalui banyaknya proyek infrastruktur pemerintah dan swasta. Salah satu proyek infrastruktur yang sangat potensial yakni pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang sedang berlangsung.
Ia berharap, para pelaku industri keramik dan material nonlogam dalam negeri bisa turut serta mengambil bagian dalam pembangunan IKN. Tentunya, dengan produk yang telah tersertifikasi SNI dan dapat diperoleh melalui jasa layanan industri BBSPJIKMN.
"Yaitu layanan jasa standardisasi, sertifikasi produk SNI, pengujian mutu produk dan verifikasi TKDN," katanya dalam acara Temu Usaha Industri 2023 di Bogor, Selasa (30/5).
Ia menyebut, BBSPJIKMN juga memberikan jasa layanan optimalisasi pemanfaatan teknologi industri dalam bentuk penyediaan peralatan uji kendali mutu, transfer/alih teknologi, dan kemitraan jasa industri. Selanjutnya pemanfaatan limbah, rancang bangun peralatan proses, hingga pendampingan penerapan industri 4.0. selain itu juga terdapat jasa layanan konsultansi, bimbingan teknis, dan kalibrasi.
"Dalam road map industri keramik nasional dari asosiasi, menyebutkan bahwa produksi keramik di tahun 2023 yang semula 551 juta meter persegi akan ditingkatkan menjadi 625 juta meter persegi," jelas Azhar.
Jumlah produksi industri keramik juga akan ditingkatkan lagi menjadi 810 juta meter persegi. Peningkatan ini bertujuan untuk memenuhi target angka per kapita penggunaan keramik di negara-negara Asia Tenggara yang sebesar 3 meter persegi.
Azhar menyebut, tingkat utilisasi industri keramik saat ini berada pada angka 78%. Targetnya, tingkat utilisasi ini akan ditingkatkan menjadi 82% pada tahun 2024.
Artikel ini telah tayang di halaman gatra.com dengan judul "IKN Jadi Salah Satu Target Pasar Terbesar Industri Keramik Nasional".
"Bagi industri keramik nasional selain meningkatkan utilisasi juga diperlukan upaya inovasi (variasi) pada produknya yang sesuai dengan kebutuhan dan daya beli konsumen di dalam negeri dan konsumen luar negeri," ujarnya.
Dengan begitu, lanjut Azhar, penjualan produk-produk industri keramik nasional akan lebih menarik dan kebal terhadap pelemahan konsumsi yang didorong oleh perubahan inflasi dan dampak penyesuaian harga BBM di akhir tahun kemarin.
Sumber : Kemenperin
Kamis, 23 Februari 2023.
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong penyerapan produk keramik dalam negeri, termasuk melalui belanja berbasis Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), dengan demikian produk-produk keramik nasional mampu menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Peningkatan daya saing industri keramik nasional berperan penting dalam hal ini.
“Salah satu yang menjadi fokus Kemenperin adalah agar produk-produk nasional kita cepat mendapatkan sertifikasi. Karenanya, beberapa regulasi berkaitan dengan kewajiban untuk menggunakan produk dalam negeri sudah kami tuangkan, termasuk regulasi penjumahan nilai bobot Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dan Bobot Manfaat Perusahaan (BMP) paling sedikit 40 persen,†kata Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita saat membuka Pameran Keramika Indonesia dan Megabuild Indonesia 2023 di Jakarta, Kamis (23/3).
Menperin menyampaikan, industri keramik nasional memiliki prospek yang cerah seiring dengan pertumbuhan pasar domestik yang terus meningkat melalui banyaknya proyek infrastruktur pemerintah. Peluang pengembangan industri keramik tanah air salah satunya didukung oleh proyek pemerintah yang potensial, yakni pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang sedang berlangsung saat ini.
“Ini menjadi potensi yang besar bagi industri dalam negeri, termasuk bagi industri keramik dan pendukungnya. Tentunya kita tidak mau pembangunan IKN diisi oleh produk-produk yang bukan berbasis dalam negeri. Sehingga, saya harap roadmap industri keramik nasional mampu mengisi kebutuhan-kebutuhan pembangunan IKN,†ujarnya.
Dalam roadmap industri keramik yang disampaikan Asosiasi Aneka Keramik Indonesia (ASAKI), produksi keramik 551 juta meter persegi ditingkatkan menjadi 625 juta meter persegi, kemudian ditingkatkan lagi menjadi 810 juta meter persegi untuk memenuhi target angka perkapita penggunakan keramik di negara-negara Asia Tenggara yang sebesar tiga meter persegi. Apabila target tersebut terpenuhi, akan menjadikan Indonesia sebagai produsen keempat terbesar keramik di dunia dan terbaik di Asia.
“Kemenperin akan terus mendampingi dan mendukung target tersebut. Terlebih industri keramik ditargetkan untuk mencapai utilisasi di atas 82 persen hingga 2024. Saat ini utilisasinya mencapai 78 persen,†sebut Menperin.
Melihat potensi yang pengembangan yang besar, pemerintah mengeluarkan berbagai kebijakan untuk menjaga keberlangsungan iklim usaha yang kondusif serta terus mendorong utilitas produksi industri keramik dalam negeri. Salah satu kebijakan tersebut adalah insentif Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) bagi industri pada harga USD6/ MMBTU. Industri keramik merupakan salah satu penerimanya.
“Memperjuangkan kebijakan harga gas untuk industri sebesar USD6/MMBTU ini tidak mudah. Namun kami memegang prinsip no one left behind agar industri nasional mendapatkan harga gas yang kompetitif, sehingga produk-produknya akan jauh memiliki daya saing dibanding produk dari negara lain,†tutur Menperin.
Menurutnya, peningkatan daya saing industri keramik juga dapat diraih melalui menerapkan prinsip industri hijau dengan proses produksi yang ramah lingkungan. “Selanjutnya, yang perlu menjadi perhatian adalah memperkenalkan teknologi baru sehingga produk menjadi daya saing tinggi, dan tidak berhenti berinovasi,†Menperin menekankan.
Agus menambahkan, meski pasar dalam negeri masih berpotensi tinggi bagi industri keramik, Kemenperin terus mendorong agar subsektor manufaktur tersebut melihat peluang-peluang perluasan ekspor ke negara-negara yang sustainable.
“Saya mengajak ASAKI agar lebih agresif untuk menembus pasar ekspor ke negara-negara yang berpeluang menjadi pasar yang berkelanjutan bagi produk-produk keramik dan pendukungnya,†tegas Menperin.
Ketua Umum ASAKI Edy Sutanto mengapresiasi upaya-upaya Kemenperin untuk terus mendorong keberlangsungan industri keramik nasional. Melalui berbagai kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan Kemenperin tersebut, industri keramik nasional mampu terus ekspansi serta mampu pulih lebih cepat setelah dihantam pandemi Covid-19.
Edy menyampaikan, kebijakan-kebijakan Kemenperin dirasakan sebagai bagian solusi untuk permasalahan yang dihadapi para pelaku industri keramik, terutama dengan kehadiran Izin Operasional dan Mobilitas Kegiatan Industri (IOMKI) yang terbukti sangat efektif saat pandemi Covid-19 di saat penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). “Kebijakan tersebut memberikan kami keleluasaan dan kemampuan untuk bisa beroperasi normal. Ini adalah ucapan dari 150 ribu karyawan yang tergabung dalam ASAKI atas sebuah kebijakan yang luar biasa,†sebutnya.
Ia juga menyampaikan, semangat no one left behind dalam memperjuangkan kebijakan HGBT USD6/MMBTU sangat dirasakan manfaatnya oleh industri keramik. “Kami juga mengapresiasi program P3DN yang mendorong industri anggota ASAKI untuk memanfaatkan fasilitasi sertifikat TKDN. Kami laporkan bahwa mayoritas sudah memiliki sertifikasi TKDN dan melaksanakan di atas 75%,†ujar Edy.
IDXChannel -
Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri (BBSPJI) Agro memamerkan
alat pertahanan nasional
hasil buatan dalam negeri di ajang Indo Defence 2022.
Beberapa produk itu di antaranya komponen tank dan drone.
Kepala BBSPJI Logam dan Mesin, Gunawan menerangkan, di
ajang pameran pertahanan internasional terbesar se-Asia Tenggara itu,
pihaknya menampilkan rantai tapak atau track link lapis baja
untuk tank.
Komponen
ini bagian dari rantai tank yang menapak pada jalan dan secara keseluruhan
berfungsi untuk menggerakan kendaraan tempur tersebut.
“Keunggulan desain track link ini adalah
terdapat bantalan karet yang dapat mengurangi kebisingan suara tank dan lebih
nyaman untuk dibawa di jalan beraspal. Modifikasi bentuk tersebut merupakan
salah satu faktor yang mendukung penelitian ini dalam memperoleh paten.
Kelebihan lainnya, track link yang kami
buat bisa berjalan di lumpur karena dilengkapi bagian serupa sayap-sayap kecil
atau dayung,†ujar Gunawan di Jakarta, Jumat (4/11/2022).
Selain itu, BBSPJI Keramik dan Mineral
Nonlogam berpartisipasi dalam penguatan sektor pertahanan, yakni membuat produk
rompi tahan peluru, helm tahan peluru serta produk pelapis kendaraan militer
sebagai substitusi baja.
Untuk
penemuan helm tahan peluru, dilakukan melalui kerja sama riset dengan Balitbang
Kementerian Pertahanan dan PT Pindad. Hasil ini telah mendapatkan paten dengan
Nomor ID P 0028082 pada April 2011 lalu dan siap untuk dikomersialkan.
“Kami senantiasa mendukung kemajuan dan
kemampuan industri alat pertahanan dalam negeri. Kami juga berharap hasil yang
kami kembangkan dapat mengatasi ketergantungan Indonesia pada teknologi dari
luar negeri,†ujar Kepala BBSPJI Keramik dan Mineral Nonlogam, Azhar Fitri.
Selanjutnya, BBSPJI Tekstil memperkenalkan
aplikasi kitosan untuk antibakteri pada seragam militer. Kitosan merupakan
produk samping hasil laut asal Indonesia, di mana memiliki sifat alami
antibakteri dengan kemampuan reduksi pertumbuhan bakteri pada tekstil hingga
lebih dari 90%.
“Dengan adanya finishing agent chitogiene ini,
pakaian seragam tidak mudah bau keringat meskipun tidak dicuci beberapa hari.
Hal ini tentu dapat meningkatkan unsur kenyamanan dan sanitasi pribadi para
prajurit TNI atau Polri,†tutur Kepala BBSPJI Tekstil, Cahyadi.
Selain itu, BBSPJI Selulosa menampilkan penggunaan nitro
selulosa sebagai bahan dasar propelan untuk pendorong roket. Selama ini
kebutuhan nitro selulosa masih sangat tergantung impor. Oleh karenanya dalam
rangka mewujudkan kemandirian industri pertahanan, BBSPJI Selulosa bekerjasama
dengan PT. Dahana untuk mengembangkan dissolving pulp sebagai
bahan baku nitro selulosa.
Kepala BBSPJI Selulosa, Sri Bimo Pratomo
menyampaikan bahwa peluang pemanfaatan bahan baku serat selulosa Indonesia
masih sangat besar karena ketersediaannya cukup berlimpah, di mana salah
satunya adalah pemanfaatan Eucalyptus dan Bambu Gombong menjadi nitro
selulosa.
“Kami sedang berupaya mengimplementasikan
pemanfaatan selulosa ini menjadi produk yang bernilai tambah tinggi untuk
kemandirian bangsa,†terangnya.
Pada pameran itu, Kemenperin juga memfasilitasi Asosiasi
Sistem & Teknologi Tanpa Awak (ASTTA) tampil di ajang Indo Defence 2022,
untuk memperkenalkan berbagai produk drone dalam negeri yang bisa mendukung
sektor pertahanan dan keamanan nasional.
Apalagi, saat ini teknologi drone pertahanan merupakan topik yang semakin ramai
menjadi perbincangan sejak konflik Rusia dan Ukraina.
Di samping itu, semakin banyak negara yang
mulai tertarik dengan efektivitas teknologi drone yang telah terbukti di medan
pertempuran. Di Indonesia sendiri telah terdapat beberapa perusahaan manufaktur
drone yang mampu mengembangkan teknologi tersebut dan tergabung di dalam ASTTA.
(FRI)
Sumber : Okezone
JAKARTA
- Balai
Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri (BBSPJI) Agro membawa alat pertahanan nasional
hasil garapan industri dalam negeri di ajang Indo Defence 2022.
Kepala
BBSPJI Logam dan Mesin, Gunawan menerangkan, di ajang pameran pertahanan
internasional terbesar se-Asia Tenggara itu,
BBSPJI
Logam dan Mesin menampilkan rantai tapak atau track link lapis baja untuk tank.
Komponen
ini bagian dari rantai tank yang menapak pada jalan dan secara keseluruhan
berfungsi untuk menggerakan kendaraan tempur tersebut.
“Keunggulan desain track link ini adalah terdapat bantalan karet
yang dapat mengurangi kebisingan suara tank dan lebih nyaman untuk dibawa di
jalan beraspal. Modifikasi bentuk tersebut merupakan salah satu faktor yang
mendukung penelitian ini dalam memperoleh paten. Kelebihan lainnya, track link
yang kami buat bisa berjalan di lumpur karena dilengkapi bagian serupa
sayap-sayap kecil atau dayung,†ujar Kepala BBSPJI Logam dan Mesin, Gunawan di
Jakarta, Jumat (4/11/2022).
Berikutnya,
partisipasi BBSPJI Keramik dan Mineral Nonlogam dalam penguatan sektor
pertahanan, yakni membuat produk rompi tahan peluru, helm tahan peluru serta
produk pelapis kendaraan militer sebagai substitusi baja. Untuk penemuan helm
tahan peluru, dilakukan melalui kerja sama riset dengan Balitbang Kementerian
Pertahanan dan PT Pindad. Hasil ini telah mendapatkan paten dengan Nomor ID P
0028082 pada April 2011 lalu dan siap untuk dikomersialkan.
“Kami
senantiasa mendukung kemajuan dan kemampuan industri alat pertahanan dalam
negeri. Kami juga berharap hasil yang kami kembangkan dapat mengatasi
ketergantungan Indonesia pada teknologi dari luar negeri,†ujar Kepala BBSPJI
Keramik dan Mineral Nonlogam, Azhar Fitri.
Selanjutnya,
BBSPJI Tekstil memperkenalkan aplikasi kitosan untuk antibakteri pada seragam
militer. Kitosan adalah produk samping hasil laut asal Indonesia, di mana memiliki
sifat alami antibakteri dengan kemampuan reduksi pertumbuhan bakteri pada
tekstil hingga lebih dari 90%.
“Dengan
adanya finishing agent chitogiene ini, pakaian seragam tidak mudah bau keringat
meskipun tidak dicuci beberapa hari. Hal ini tentu dapat meningkatkan unsur
kenyamanan dan sanitasi pribadi para prajurit TNI atau Polri,†tutur Kepala
BBSPJI Tekstil, Cahyadi.
Selain itu, BBSPJI Selulosa menampilkan penggunaan nitro
selulosa sebagai bahan dasar propelan untuk pendorong roket. Selama ini kebutuhan
nitro selulosa masih sangat tergantung impor. Oleh karenanya dalam rangka
mewujudkan kemandirian industri pertahanan, BBSPJI Selulosa bekerjasama dengan
PT. Dahana untuk mengembangkan dissolving pulp sebagai bahan baku nitro
selulosa.
Kepala
BBSPJI Selulosa, Sri Bimo Pratomo menyampaikan bahwa peluang pemanfaatan bahan
baku serat selulosa Indonesia masih sangat besar karena ketersediaannya cukup
berlimpah, di mana salah satunya adalah pemanfaatan Eucalyptus dan Bambu
Gombong menjadi nitro selulosa.
“Kami
sedang berupaya mengimplementasikan pemanfaatan selulosa ini menjadi produk
yang bernilai tambah tinggi untuk kemandirian bangsa,†terangnya.
Pada
pameran itu, Kemenperin juga memfasilitasi Asosiasi Sistem & Teknologi
Tanpa Awak (ASTTA) tampil di ajang Indo Defence 2022, untuk memperkenalkan
berbagai produk drone dalam negeri yang bisa mendukung sektor pertahanan dan
keamanan nasional. Apalagi, saat ini teknologi drone pertahanan merupakan topik
yang semakin ramai menjadi perbincangan sejak konflik Rusia dan Ukraina.
Di
samping itu, semakin banyak negara yang mulai tertarik dengan efektivitas
teknologi drone yang telah terbukti di medan pertempuran.
Di
Indonesia sendiri telah terdapat beberapa perusahaan manufaktur drone yang
mampu mengembangkan teknologi tersebut dan tergabung di dalam ASTTA.
Sumber : KOMPAS.com
JAKARTA, KOMPAS.com - Balai Besar Keramik memperingati hari jadinya
yang ke-100. Industri keramik nasional mencakup peralatan makan (tableware),
lantai keramik, hingga sanitary, seperti kloset, wastafel, dan bathtub.
Kementerian Perindustrian berkomitmen untuk terus mendukung pembangunan
struktur industri nasional yang mandiri dan berdaulat, maju dan berdaya saing
di tingkat global, berkeadilan dan inklusif, industri berbasis inovasi dan
teknologi. Upaya memajukan industri keramik nasional terus dilakukan oleh
pemerintah dengan mengupayakan strategi khusus diantaranya pemberlakuan SNI
wajib bagi produk-produk keramik, kaca dan bahan galian nonlogam lainnya.
â€Strategi dalam pemulihan industri keramik nasional perlu diimbangi
dengan peningkatan keterampilan dan keahlian tenaga kerja melalui adopsi
teknologi mutakhir dengan memanfaatkan penerapan teknologi industri 4.0 yang
dapat menciptakan produk ber-SNI, berkualitas kelas dunia, proses produksi yang
efektif, efisien, ramah lingkungan, serta diiringi dengan peningkatan
Penggunaan Produk Dalam Negeri khususnya dalam Pengadaan Barang/Jasa
Pemerintah," kata Menteri Perindustrian RI Agus Gumiwang Kartasasmita
dalam keterangan resmi, Jumat (21/10/2022). Tahun ini menjadi momentum
kebangkitan sektor Industri pengolahan nonmigas, termasuk industri keramik. Hal
ini tercermin dari kinerja positif industri keramik sebagai subsektor dari
industri bahan galian nonlogam, yang tumbuh 1,35 persen dengan kontribusi 0,47
pesen secara tahunan pada kuartal I 2022. Capaian ini menempatkan industri
bahan galian nonlogam sebagai peringkat kedua dalam kontribusi perkembangan
investasi di sektor industri kimia, farmasi dan tekstil (IKFT) sebesar 2,69
persen.
Insentif Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) bagi industri sebesar USD 6 per
MMBTU melalui Keputusan Menteri ESDM Nomor 89K/10/MEM Tahun 2020, yang
selanjutnya diperbarui dengan Keputusan Menteri ESDM Nomor 134.K/HK.02/MEM.M
Tahun 2021 terbukti meningkatkan efisiensi biaya operasional, sehingga capaian
utilitas kinerja industri ubin keramik tahun 2021 mencapai 72 persen, tertinggi
dalam lima tahun terakhir.
Strategi pemulihan yang tepat tentunya berdampak pada perbaikan
berkesinambungan sehingga kinerja ekspor industri keramik nasional pada kuartal
I tahun 2022, menurut data BPS, mampu tumbuh positif sebesar 12 persen dengan
total volume 3,9 juta meter persegi yang didukung oleh peningkatan penjualan ke
Filipina, Malaysia, dan Thailand.
Pencapaian positif kinerja ekspor juga diikuti dengan penurunan volume
impor sebesar 21 persen secara tahunan (year on year) dari 18,5 juta meter
persegi menjadi 14,4 juta meter persegi, yang berdampak pada kenaikan utilitas
pada kuartal I 2022 berada di level 83 persen. Prestasi kinerja industri
keramik nasional ini tentunya didukung dengan keberadaan Balai Besar
Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Keramik dan Mineral Nonlogam yang
menyelenggarakan layanan jasa seperti pengujian, sertifikasi, standardisasi,
bimbingan teknis dan jasa teknis lainnya, yang dapat memastikan kualitas produk
keramik secara akurat dan terpercaya.
Doddy Rahadi Kepala Badan Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri
(BSKJI) Kemenperin menyampaikan bahwa pihaknya akan terus berfokus pada upaya
menunjang daya saing industri melalui infrastruktur standardisasi industri
serta pemanfaatan sumber daya industri melalui pemanfaatan teknologi industri.
"Dengan meluncurkan serangkaian kebijakan yang meliputi optimalisasi
pemanfaatan teknologi Industri berorientasi substitusi impor, penumbuhan
circular economy dan peningkatan daya saing melalui penguatan standardisasi
industri dan implementasi industri 4.0," tutur dia. Industri keramik
nasional terus berkembang selama lebih dari 30 tahun dan merupakan salah satu
industri yang didukung oleh ketersediaan bahan baku yang melimpah.
Prospek industri keramik nasional dalam jangka panjang cukup baik
seiring dengan pertumbuhan pasar dalam negeri yang terus meningkat karena
didukung oleh pertumbuhan pembangunan seperti properti dan perumahan. Industri
keramik yang terdiri dari ubin, saniter, tableware, kaca, refraktori serta
produk mineral nonlogam lainnya telah memberikan kontribusi yang cukup
signifikan dalam mendukung pembangunan nasioanal melalui penyediaan kebutuhan
domestik, perolehan devisa dan penyerapan tenaga kerja.
Sumber : TRIBUNNEWS.COM
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa
Industri Keramik dan Mineral Nonlogam Kementerian Perindustrian menggelar acara
Peringatan 100 Tahun Balai Besar Standarisasi dan Pelayanan Jasa Industri
Keramik dan Mineral Nonlogam, Kamis (20/10/2022).
Selama bertahun-tahun, industri keramik dalam negeri terus menunjukkan
progres positif. Di tahun ini, industri keramik sebagai subsektor dari industri
bahan galian nonlogam tumbuh 1,35 persen dengan kontribusi 0,47 persen (y-o-y)
pada triwulan I tahun 2022.
Capaian tersebut menempatkan industri bahan galian nonlogam sebagai
peringkat kedua dalam kontribusi perkembangan investasi di sektor industri
kimia, farmasi dan tekstil (IKFT) sebesar 2,69 persen.
Insentif Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) bagi industri sebesar 6 dolar
AS per-MMBTU menjadi kebijakan yang dapat meningkatkan efisiensi pada biaya
operasional di industri keramik, sehingga capaian utilitas kinerja industri
ubin keramik tahun 2021 mencapai 72 persen atau tertinggi dalam lima tahun
terakhir.
"Pada semester I tahun 2022, sektor industri keramik telah
mencatatkan investasi dengan total Rp 17,7 triliun. Penambahan investasi ini
diharapkan akan semakin memperkuat aliran rantai pasok industri keramik
nasional yang juga sejalan dengan program subtitusi impor guna mengoptimalkan
sumber daya produksi dalam negeri," tutur Menteri Perindustrian Agus
Gumiwang Kartasasmita dalam sambutannya secara virtual pada acara Temu Usaha
Industri dan Puncak Memperingati 100 Tahun Balai Besar Standardisasi dan
Pelayanan Jasa Industri Keramik dan Mineral Nonlogam, Kamis (20/10/2022).
Di samping itu, adanya strategi pemulihan ekonomi nasional turut
berdampak positif pada kinerja ekspor industri keramik pada kuartal I tahun
2022.
Ekspor produk keramik nasional tumbuh sebesar 12 persen dengan total
volume 3,9 juta meter persegi, yang didukung oleh peningkatan penjualan ke
negara Filipina, Malaysia dan Thailand.
Kinerja gemilang dari capaian ekspor tersebut, juga diikuti dengan penurunan
volume impor sebesar 21 persen (year on year) dari 18,5 juta meter persegi
menjadi 14,4 juta meter persegi, yang berdampak pada kenaikan utilitas pada
kuartal I-2022 berada di level 83 persen.
"Prestasi kinerja industri keramik nasional ini tentunya didukung
dengan keberadaan Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Keramik
dan Mineral Nonlogam (BBSPJI Keramik dan Mineral Nonlogam) yang
menyelenggarakan layanan jasa seperti pengujian, sertifikasi, standardisasi,
bimbingan teknis dan jasa teknis lainnya, yang dapat memastikan kualitas produk
keramik secara akurat dan terpercaya," jelas Menperin.
Dari awal pendiriannya pada tahun 1922 pada masa
Pemerintahan Kolonial Belanda, dengan nama "Het Keramische
Laboratorium", BBSPJI Keramik dan Mineral Nonlogam terus berupaya
memberikan kontribusi terbaik bagi industri keramik nasional.
"Dalam perjalanan pengabdiannya, balai besar ini juga
melayani jasa standardisasi hingga sertifikasi, pendampingan pengembangan usaha
industri meliputi industri kaca (baik untuk bangunan, otomotif, hingga alat
kesehatan), industri refraktori, serta mineral nonlogam lainnya,"
imbuhnya.
Menperin berharap momentum 100 tahun ini hendaknya menjadi
tonggak bagi BBSPJI Keramik dan Mineral Nonlogam dalam memberikan pelayanan
prima, serta bersinergi memajukan industri keramik dan turunannya, sehingga
industri keramik nasional dapat berjaya di negeri sendiri, berdaya saing di
pasar global dan menciptakan inovasi yang berkelanjutan.
Sumber : bicaranetwork.com
bicaranetwork.com - Menteri Perindustrian (Menperin)
Agus Gumiwang Kartasasmita menyebut sektor industri keramik telah mencatatkan investasi Rp17,7
triliun pada semester I tahun 2022.
"Penambahan investasi ini
diharapkan akan semakin memperkuat aliran rantai pasok industri keramik nasional yang juga
sejalan dengan program subtitusi impor guna mengoptimalkan sumber daya produksi
dalam negeri,†kata Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita lewat
keterangannya di Jakarta, Kamis.
Hal terkait investasi industri keramik tersebut disampaikan Menperin saat
memberikan sambutan secara virtual pada acara Temu Usaha Industri dan Puncak
Memperingati 100 Tahun Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri
Keramik dan Mineral Nonlogam.
Ia
mengemukakan insentif Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) bagi industri sebesar
6 dolar AS per MMBTU menjadi salah satu kebijakan yang dapat meningkatkan
efisiensi pada biaya operasional di industri keramik.
“Sehingga capaian
utilitas kinerja industri ubin keramik tahun 2021 mencapai 72 persen, atau
tertinggi dalam lima tahun terakhir,†ungkap Menperin.
Di samping
itu adanya strategi pemulihan ekonomi nasional turut berdampak positif
pada kinerja ekspor industri keramik pada kuartal I 2022.
Ekspor produk keramik tumbuh 12 persen dengan volume 3,9 juta meter persegi,
yang didukung oleh peningkatan penjualan ke negara Filipina, Malaysia, dan
Thailand.
Kinerja
ekspor tersebut, diikuti dengan penurunan volume impor sebesar 21 persen secara
tahunan (year on year/yoy) dari 18,5 juta meter persegi menjadi 14,4 juta meter
persegi, yang berdampak pada kenaikan utilitas pada kuartal I 2022 di level 83
persen.
“Prestasi
kinerja industri keramik nasional ini tentunya
didukung dengan keberadaan Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa
Industri (BBSPJI) Keramik dan Mineral Non-logam yang menyelenggarakan layanan
jasa seperti pengujian, sertifikasi, standardisasi, bimbingan teknis dan jasa
teknis lainnya, dan dapat memastikan kualitas produk keramik secara akurat dan
terpercaya,†papar Menperin.
Dari awal
pendiriannya tahun 1922 pada masa Pemerintahan Kolonial Belanda dengan
nama Het Keramische Laboratorium, BBSPJI Keramik dan Mineral
Non-logam terus berupaya memberikan kontribusi terbaik bagi industri keramik nasional.
“Dalam perjalanan
pengabdiannya, balai besar ini juga melayani jasa standardisasi hingga
sertifikasi, pendampingan pengembangan usaha industri meliputi industri kaca
(baik untuk bangunan, otomotif, hingga alat kesehatan), industri refraktori,
serta mineral non-logam lainnya,†kata Menperin.
Momentum
100 tahun tersebut hendaknya menjadi tonggak bagi BBSPJI Keramik dan Mineral
Non-logam dalam memberikan pelayanan prima serta bersinergi memajukan industri keramik dan turunannya, sehingga dapat berjaya di
negeri sendiri, berdaya saing di pasar global, dan menciptakan inovasi yang
berkelanjutan.
Sumber : Kumparan
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang mengatakan, industri keramik tanah air sudah mulai menggeliat. Hal ini
terlihat dari total investasi di sektor tersebut tembus Rp 17,7 triliun di
semester I 2022.
"Penambahan
investasi ini diharapkan dapat semakin memperkuat aliran rantai pasok industri
keramik nasional yang juga sejalan dengan program subtitusi impor guna
mengoptimalkan sumber daya produksi dalam negeri," kata Menperin Agus di
Kota Bandung pada Kamis (20/10).
Adapun insentif Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) bagi industri sebesar USD 6 per MMBTU menjadi salah satu kebijakan yang dapat meningkatkan efisiensi biaya operasional di industri keramik. Dengan begitu, capaian utilitas kinerja industri ubin keramik tahun 2021 mencapai 72 persen atau tertinggi dalam lima tahun terakhir.
Selain itu, adanya strategi pemulihan ekonomi nasional
turut berdampak positif pada kinerja ekspor industri keramik pada kuartal I
tahun 2022. Ekspor produk keramik nasional tumbuh sebesar 12 persen dengan
total volume 3,9 juta meter² yang didukung oleh peningkatan penjualan ke negara
Filipina, Malaysia, dan Thailand.
Kemudian, capaian ekspor tersebut juga diikuti dengan
penurunan volume impor sebesar 2 persen (yoy) dari 18,5 juta meter² jadi 14,4
juta meter² yang berdampak pada kenaikan utilitas pada kuartal I-2022 berada di
level 83 persen.
"Prestasi kinerja industri keramik nasional ini tentunya didukung dengan keberadaan Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Keramik dan Mineral Non Logam yang menyelenggarakan layanan jasa seperti pengujian, sertifikasi, standardisasi, bimbingan teknis dan jasa teknis lainnya, yang dapat memastikan kualitas produk keramik secara akurat dan tepercaya," ucap Agus.
Tepatnya pada momentum 100 tahun ini, ia berharap dapat
dijadikan sebagai momentum untuk terus memberi layanan prima dan menciptakan
beragam inovasi demi meningkatkan daya saing di pasar global.
"Sehingga
industri keramik nasional dapat berjaya di negeri sendiri, berdaya saing di
pasar global dan menciptakan inovasi yang berkelanjutan," ujar dia.
Melalui
keterangannya pula, Kepala Badan Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri
(BSKJI) Kemenperin, Doddy Rahadi mengatakan, pihaknya terus fokus untuk dapat
menunjang daya saing industri melalui infrastruktur standardisasi industri
serta pemanfaatan sumber daya industri melalui pemanfaatan teknologi.
Upaya yang dimaksud
antara lain dengan melakukan optimalisasi pemanfaatan teknologi industri
berorientasi substitusi impor, penumbuhan circular economy, serta peningkatan
daya saing melalui penguatan standardisasi industri dan implementasi Industri
4.0.
"Guna mendukung
peningkatan daya saing industri, BBSPJI Keramik dan Mineral Nonlogam hadir
sebagai penyedia layanan jasa sertifikasi, pengujian, kalibrasi, pelatihan,
konsultasi dan optimalisasi teknologi industri," tandas dia.